<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819</id><updated>2011-07-31T13:26:01.075+07:00</updated><category term='An-Nisa'/><category term='Artikel Islam'/><category term='Siroh sahabat'/><title type='text'>`</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-6047144614986303920</id><published>2010-02-01T08:38:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T08:41:08.640+07:00</updated><title type='text'>" Tangisan Pertama Membawa Cahaya "</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/S2YxJztXB7I/AAAAAAAAAbo/LyJ42rl5lGM/s1600-h/IMGhttpi24tinypiccom1sl0ex.jpgIM-1.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/S2YxJztXB7I/AAAAAAAAAbo/LyJ42rl5lGM/s200/IMGhttpi24tinypiccom1sl0ex.jpgIM-1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433084045038127026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerpenku : = Tangisan Pertama Membawa Cahaya =&lt;br /&gt;Oleh : Rudi Al-Farisi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Malam yang dingin itu, lutfi masih saja asyik dengan kebiasaan lamanya. Mabuk mabukan, judi dengan ditemani wanita seksi, sudah biasa dalam kehidupannya. Disaat semua orang terlena dengan mimpi mimpi tidurnya, ia malah makin nikmat dengan permainan maksiatnya.&lt;br /&gt;            Tiba tiba hp nya berdering tanda sms masuk.&lt;br /&gt;Sebentar kawan…ucap lutfi.&lt;br /&gt;Segera pulang,&lt;br /&gt;istrimu sedang dirumah sakit,&lt;br /&gt;ia akan melahirkan.&lt;br /&gt; Spontan ia terkejut. Lalu bergegas menghidupkan sepeda motornya. Sampai dirumah sakit. Mertuanya langsung menyemprot nya dengan bumbu bumbu ceramah. Ia tak ambil pusing, segera saja ia bertanya kepada dokter tentang keadaan istrinya.&lt;br /&gt;            Lutfi memang termasuk bandit. Semua orang mengetahuinya. Tetapi ia tidak bisa menghilangkan rasa cintanya pada sang istri yang begitu sabar menghadapi sifat bejatnya.&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika, ia tertangkap oleh polisi dan dipenjara beberapa bulan. Hanya istrinya yang selalu setia menjenguk dan membawakan makanan ke penjara. Guna menjaga gizi sang suami tercinta. Itu terjadi pada saat bulan kedua pernikahannya.&lt;br /&gt;            Dok. Gimana kondisi istriku…” Tanya lutfi pada dokter.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tenang pak.. istri bapak besok akan segera kita operasi. Air ketubannya sudah kering. Sekarang kita bantu dengan infus, kita akan persiapkan semuanya. Tolong pak, diurus administrasinya”. Jelas dokter.&lt;br /&gt;            Baik pak.. saya minta tolong pak, berikan yang terbaik untuk istri saya..”.&lt;br /&gt;Melihat suasana itu, mertuanya terlihat luluh, memang lutfi dikenal masyarakat sebagai pemuda yang brandal, mungkin karena umurnya yang masih muda, tetapi didalam relung hatinya, ia sangat mencintai istrinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;* * * * * * * * * *&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;            Didepan kamar operasi, keluarga dan tetangga dekat telah menunggu apa yang akan terjadi. Tiba tiba pintu ruang operasi terbuka, setelah dua jam mereka menunggu.&lt;br /&gt;Siapa ayahnya,,” suara perawat memecah kerisauan.&lt;br /&gt;Saya mbak..” jawab lutfi spontan.&lt;br /&gt;Selamat pak,,,” anak bapak laki laki.. ucap suster.&lt;br /&gt;ALHAMDULILLAHHHH”. Teriak serentak diruangan itu.&lt;br /&gt;“ Istri saya gimana mbak…&lt;br /&gt;“ Tenang pak,,lagi dalam pemulihan, ia tak apa apa. Masih dalam efek bius. Lebih baik bapak ikut saya keruang incubator, biar sikecil langsung di azankan. Jelas mbak perawat.&lt;br /&gt;Azan”..teriak halus bibirnya.&lt;br /&gt;Seketika mendengar seruan untuk mengazankan anaknya. Sontak kaki lutfi kaku bagai tak ada refleks untuk bergerak. Ia diam membisu, bibirnya gemetar, ia bingung dengan apa yang terjadi. Keluarga yang melihat kejadian itu, tidak begitu kaget, karena lutfi dikenal sebagai sosok yang tak tahu soal agama.&lt;br /&gt;Sholat aja tak pernah apalagi bacaannya”. Celetuk bibir usil salah satu keluarga.&lt;br /&gt;“ Ba…baik mbak..” jawab lutfi terbata.&lt;br /&gt;            Di ruang incubator, lutfi mengumandangkan azan ditelinga kanan putranya. Ia memang tak pernah sholat, tapi ia sering mendengar suara azan berkumandang di mesjid dekat rumahnya. Ia masih ingat nada nada seruan sholat itu, walaupun tidak tau artinya tapi ia ingat betul urutannya.&lt;br /&gt;            “ ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR..”&lt;br /&gt;            “ LAAILAHAILLALLAHU..”&lt;br /&gt;            Keluarga yang sedang penasaran ingin melihat sang bayi, tepat didepan pintu ruang incubator terkejut, heran, kagum, haru, menyaksikan suasana itu. Bisa juga ya… anak itu azan”. Celetuk bibir ibu mertuanya.&lt;br /&gt;            Lutfi yang terdiam kaku melihat wajah bayi mungil itu, tak terasa matanya basah meneteskan air bening hingga membasahi pipinya, kakinya kaku bagai dipasung, badannya oleng tak seimbang hingga akhirnya ia roboh, membentuk posisi sujud kepada Rabb nya. Ia bingung dengan kondisi dirinya.&lt;br /&gt;            “ apa yang terjadi…lirih hatinya kebingungan.&lt;br /&gt;            Keluarganya diluar lebih kaget melihat lutfi dengan posisi sujud itu. Adik ipar yang hendak masuk untuk menolong abang iparnya itu dilarang pak mansyur tetangga lutfi yang ikut menjeguk.&lt;br /&gt;            Biarkan saja, hidayah ALLAH sedang berproses pada dirinya. Jawab pak mansyur, takmir mesjid dekat rumahnya.&lt;br /&gt;            Keluarga, tetangga dan para penjeguk dari teman temannya, haru terdiam melihat suasana itu. Malah ibu mertuanya menangis menyaksikan peristiwa itu.&lt;br /&gt;            Lutfi masih sujud, air matanya sudah menggenangi lantai ruangan itu. Sudah sepuluh menit ia dibiarkan begitu, tubuhnya yang masih lemas tiba tiba bangkit mendengar tangisan putranya, seakan putranya tahu kondisi ayahnya. Dan menangis memecah suasana. Tangisan itulah yang membawa cahaya bagi hidupnya.&lt;br /&gt;                                                           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekian….Terima kasih,,,&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Rudi Al-Farisi&lt;br /&gt;Penulis Cerpen dan Novel&lt;br /&gt;Tinggal di Riau&lt;br /&gt;11 Januari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-6047144614986303920?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/6047144614986303920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=6047144614986303920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/6047144614986303920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/6047144614986303920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2010/02/tangisan-pertama-membawa-cahaya.html' title='&quot; Tangisan Pertama Membawa Cahaya &quot;'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/S2YxJztXB7I/AAAAAAAAAbo/LyJ42rl5lGM/s72-c/IMGhttpi24tinypiccom1sl0ex.jpgIM-1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-3122381596598147334</id><published>2009-12-21T10:43:00.002+07:00</published><updated>2009-12-21T10:49:19.688+07:00</updated><title type='text'>Trik-Trik Syaitan Dalam Menggoda Anak Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sy7wNHoQYwI/AAAAAAAAAbU/oGxh7RKltog/s1600-h/hasutan+syaitan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sy7wNHoQYwI/AAAAAAAAAbU/oGxh7RKltog/s200/hasutan+syaitan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417531509950145282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mukaddimah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah berikut ini kami ambil dari buku yang nanti akan kami sebutkan di akhir tulisan. Namun, karena terkait dengan kualitas hadits; apakah ia hadits yang shahih atau tidak, maka perlu kami berikan sedikit penjelasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu, bahwa mengenai kisah ini terdapat banyak versi dan penafsirannya dapat diambil dari tafsir terhadap ayat 16 surat al-Hasyr. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, sedikit kami ketengahkan perkataan Ibn Katsir dalam tafsirnya terhadap ayat tersebut, “Yakni seperti orang-orang Yahudi yang tergiur oleh rayuan orang-orang Munafik yang menjanjikan kemenangan dan pertolongan mereka, namun tatkala mereka (orang-orang Yahudi) benar-benar dikepung kaum Muslimin dan terjadi peperangan; orang-orang Munafik tersebut meninggalkan mereka sendirian menghadapi kebinasaan. Permisalan mereka dalam hal ini seperti permisalan syaithan tatkala menggoda manusia agar kafir –wal ‘iyaadzu billah- di mana bila ia (manusia) sudah masuk ke dalam perangkapnya, ia pun berlepas diri darinya dan kabur seraya berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam.’” &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibn Katsir melanjutkan, “Berkenaan dengan ayat ini, sebagian mereka (para mufassir-red.,) menyebutkan sebuah kisah sebagian dari para ahli ibadah yang berasal dari kalangan Bani Israil, yang merupakan contoh bagi permisalan ini bukan sebagai yang dimaksudkan (dikehendaki) dalam penafsiran ayat ini, bahkan ia termasuk darinya beserta kisah nyata lainnya yang mirip dengannya…” (Tafsir Ibn Katsir, Jld.IV, h.436-438) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, berdasarkan pernyataan Ibn Katsir tersebut, maka kisah yang akan diketengahkan berikut ini juga termasuk salah satu contoh (bukan maksud dari tafsir ayat tersebut) betapa syaithan menggunakan berbagai trik untuk menggoda manusia sehingga pada akhirnya mengikutinya dan terjerumus ke dalam perangkapnya (kafir kepada Allah) kecuali orang-orang yang dirahmati Rabb. Wallahu a’lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Cerita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang ahli ibadah (‘Abid) dari kalangan Bani Israil, yang merupakan ahli ibadah pada masanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah tiga bersaudara yang memiliki satu-satunya saudara perempuan yang masih perawan. Suatu ketika, ketiga orang ini ingin pergi ikut berjihad di jalan Allah namun mereka tidak tahu kepada siapa saudara perempuan mereka itu akan dititipkan dan mendapatkan tempat yang aman padahal orang tua mereka sudah meninggal dunia. Lalu bersepakatlah mereka untuk menitipkannya kepada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil tersebut sebab hanya dia yang mereka percayai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, mereka mendatangi orang tersebut dan memintanya agar bersedia menerima titipan saudara perempuan mereka tersebut sehingga ia bisa tinggal dulu di sampingnya hingga mereka pulang kembali dari perjalanan namun si ahli ibadah ini menolaknya dan berlindung kepada Allah dari mereka dan sikap mereka tersebut. Karena terus didesak dan mereka tetap ngotot, akhirnya dia pun bersedia menerima seraya berkata, “Tolong inapkan dia di sebuah rumah di dekat tempat ibadah yang khusus untukku.” Maka mereka pun membawanya ke tempat itu, kemudian berangkat dan meninggalkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita, saudara perempuan ketiga orang itu pun menginap di rumah sang ahli ibadah itu hingga beberapa masa. Selama itu, dia turun dari tempat ibadahnya (yang berada di atas dan berdampingan dengan rumah di mana wanita itu tinggal) untuk memberinya makan, memanggilnya, lalu wanita itu keluar untuk mengambil makanan yang diletakkannya di suatu tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, syaithan pun memainkan perannya; pertama-tama ia pura-pura peduli dengan si ahli ibadah ini dengan mensugestinya terus agar berbuat baik, akan tetapi ia menyayangkan keluarnya si wanita itu dari rumahnya pada siang hari dengan menakut-nakutinya bahwa cara seperti itu bisa saja dilihat seseorang lalu tertarik pada wanita itu. Dia lalu menganjurkan, “Andaikata kamu sendiri yang berjalan dan meletakkan makanannya di pintu rumah, tempat si wanita itu, tentulah pahalanya bagimu lebih besar.” Si Iblis terus menggodanya dengan hal itu hingga akhirnya, si ahli ibadah itu mengikutinya. Dia datang ke rumah, tempat wanita itu menginap, membawa makanan itu sendiri dan meletakkannya di depan pintunya namun tidak berbicara sepatah kata pun dengannya. Kondisi ini berjalan beberapa lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Iblis itu datang lagi seraya mensugestinya untuk senantiasa berbuat kebaikan sehingga mendapatkan pahala. Dia berkata, “Andaikata kamu berbicara dengannya sehingga dia bisa merasa terhibur denganmu. Sebab ia tentu dicekam kesepian yang amat sangat.” Iblis terus menggodanya hingga akhirnya dia berani mengajak si wanita itu berbicara sekalipun sembari melihat dari tempat ibadahnya yang berada di bagian atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Iblis mendatanginya lagi seraya berkata, “Andaikata kamu menghampirinya dengan duduk di pintu tempat ibadahmu seraya mengajaknya berbicara sementara ia juga duduk di pintu rumahnya sambil berbicara denganmu, tentulah ini lebih baik dan lebih membuatnya terhibur (tidak kesepian).” Iblis terus menggodanya hingga akhirnya dia pun turun dan duduk di pintu tempat ibadahnya sambil mengajak berbicara si wanita itu yang juga keluar dari rumahnya sambil duduk di pintunya guna meladeninya berbicara. Kondisi ini pun berjalan beberapa lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Iblis itu datang lagi seraya tidak lupa mensugestinya untuk berbuat kebaikan dan meraih pahala terhadap apa yang dilakukannya. Ia bertutur, “Andaikata kamu keluar saja dari tempat ibadahmu itu, kemudian duduk di dekat pintu rumahnya lalu mengajaknya bicara tentulah akan lebih membuatnya merasa terhibur lagi dan akan lebih baik baginya.” Iblis terus menggodanya hingga akhirnya dia melakukannya juga. Kondisi itu pun berjalan beberapa lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Iblis datang lagi sembari terus mensugestinya untuk berbuat kebaikan. Ia berkata, “Andaikata kamu mendekatinya dan duduk di samping pintu rumahnya lalu berbicara dengannya tetapi dia tidak usah keluar dari rumahnya, tentu lebih baik.” Maka dia pun melakukannya; turun dari tempat ibadahnya, berdiri di depan pintu si wanita itu lalu berbicara dengannya. Kondisi ini berjalan untuk beberapa waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Iblis datang lagi seraya berkata, “Andaikata kamu masuk bersama-sama dengannya lalu berbicara akan tetapi dia tidak usah menampakkan wajahnya kepada siapapun, tentulah lebih baik bagimu.” Iblis terus menggodanya hingga si ahli ibadah ini pun memasuki rumah si wanita lalu mengajaknya berbicara sepanjang siang hari itu dan begitu siang sudah habis, ia kembali naik ke tempat ibadahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Iblis datang lagi dan terus membuatnya terbayang-bayang dengan si wanita tersebut hingga akhirnya si ahli ibadah berani memegang pahanya dan menciumnya. Iblis terus memperdayanya dengan membuat hal demikian elok di hadapan matanya dan menggodanya hingga akhirnya dia berbuat zina dengan wanita itu dan menghamilinya. Wanita itu pun kemudian melahirkan anak dari hasil hubungan gelap mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama setelah itu, Iblis datang lagi seraya berkata kepada si ahli ibadah, “Menurutmu, apa yang dapat kamu perbuat bila saudara-saudara si wanita itu datang lalu mendapatinya telah melahirkan seorang anak? Tidak, Aku tidak dapat menjamin bahwa ia (wanita) tidak membuka rahasia terhadap aib itu atau pun mereka nantinya berhasil menyingkap aibmu. Karena itu, pergilah ke anak itu lalu goroklah dia dan kuburkan, pasti ia (wanita itu) tidak akan angkat bicara karena takut saudara-saudaranya akan berbuat kasar terhadapmu begitu mengetahui apa yang telah kamu lakukan terhadapnya.” Maka, si ahli ibadah ini pun menuruti saja bujukan Iblis itu dengan membunuh anak hasil hubungannya dengan wanita tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Iblis berkata lagi, “Menurutmu, apakah ia (wanita itu) tidak akan angkat bicara kepada saudara-saudaranya mengenai perlakuanmu terhadapnya dan anaknya yang telah kamu bunuh? Tidak, karena itu, singkirkan dan goroklah dia lalu kuburkan bersama anaknya.” Iblis terus menggodanya hingga akhirnya ia pun menggorok wanita itu dan membuang kedua mayat itu ke dalam sebuah lubang, lalu menyumbatnya dengan batu besar kemudian tanahnya diratakan kembali. Setelah itu, ia naik ke tempat ibadahnya seraya terus melakukan ritual. Kondisi ini berlangsung beberapa lama hingga kemudian saudara-saudara wanita itu pulang dari berperang. Mereka datang seraya menanyakan keadaan saudara perempuan mereka. Namun, si ahli ibadah ini dengan mimik sedih menyampaikan bela sungkawanya kepada mereka atas kematiannya dan mendoakan semoga Allah merahmati arwahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kejadian itu, mereka berniat tinggal beberapa hari di kuburannya, untuk kemudian kembali menemui sanak saudara mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu malam tiba dan mereka sudah tertidur pulas, datanglah syaithan dalam mimpi mereka menyamar sebagai seorang laki-laki yang sedang bepergian. Lalu ia memulai pertanyaannya kepada kakak sulung dari tiga bersaudara tersebut mengenai kondisi saudara perempuan mereka. Maka si kakak sulung itu memberitahukan kepadanya seperti yang telah dikatakan si ahli ibadah itu mengenai kematiannya, bagaimana dia berbelasungkawa dan menunjukkan lokasi dikuburkannya saudara perempuan mereka tersebut, akan tetapi syaithan –yang menyamar tersebut- menyangkal ucapan si ahli ibadah dan menganggapnya telah berdusta, seraya berkata, “Ia tidak berbicara jujur pada kalian mengenai saudara perempuan kalian tersebut. Sebenarnya, dia telah menghamilinya lalu lahirlah seorang anak, kemudian si ahli ibadah itu menggoroknya dan anak itu karena takut kepada kalian, setelah itu, dia melempar keduanya ke dalam lubang yang digalinya di belakang pintu rumah tempat tinggal sudara wanita kalian itu, tepatnya di sebelah kanan orang yang masuk ke sana. Pergilah ke sana, lalu masuklah ke rumah itu, pasti kalian akan menemukan mayat keduanya sebagaimana yang telah aku beritahukan kepada kalian ini.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis kemudian mendatangi mimpi saudara nomor dua mereka dan mengatakan kepadanya persis seperti yang dikatakannya kepada kakak sulung mereka, kemudian ia datang lagi ke dalam mimpi si bungsu dan mengatakan hal yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala bangun, mereka tertegun-tegun terhadap apa yang masing-masing mereka lihat dalam mimpi. Akhirnya masing-masing bertemu dan berkata kepada saudaranya, “Semalam aku melihat sesuatu yang aneh di dalam mimpi.” Masing-masing saling menceritakan apa yang dilihatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berkatalah si kakak sulung, “Ini hanyalah mimpi belaka, tidak akan ada apa-apa. Ayo kita berangkat dan anggap saja hal ini sebagai angin lalu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, aku tidak akan berangkat hingga mendatangi tempat tersebut lalu melihat apa yang ada di dalamnya,” kata si bungsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhinrya, mereka semua menuju ke rumah di mana saudara perempuan mereka pernah tinggal tersebut. Mereka buka pintunya dan mencari lokasi seperti yang disebutkan di dalam mimpi mereka. Ternyata, mereka mendapati saudara perempuan mereka dan anaknya dalam kondisi tergorok di dalam sebuah lubang sebagaimana yang dikatakan kepada mereka dalam mimpi itu. Lalu mereka menanyakan kebenaran hal itu kepada si ahli ibadah, maka ia pun membenarkan apa yang dikatakan Iblis pada mereka di dalam mimpi itu berkenaan dengan apa yang telah diperbuatnya terhadap ke-dua orang tersebut (si wanita dan anaknya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian mengangkat perkara tersebut kepaada raja, menurunkannya dari tempat ibadahnya dan menghadirkannya untuk disalib. Tatkala mereka telah mengikatnya di atas kayu untuk dibunuh, datanglah Iblis menjumpai si ahli ibadah itu seraya berkata, “Aku lah temanmu yang tempo lalu telah mengujimu dengan wanita tersebut sehingga ia hamil dan anaknya engkau bunuh. Jika sekarang ini kamu mau patuh padaku dan kafir terhadap Allah Yang menciptakan serta membentukmu, aku akan menyelematkanmu dari kondisimu saat ini.” Maka, si ahli ibadah itupun menjadi kafir kepada Allah. Tatkala ia telah menyatakan kekafirannya, syaithan pun lari dan membiarkan urusannya dengan orang-orang diselesaikan sehingga mereka pun menyalibnya, lalu ia pun dibunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ayat yang berkenaan dengan kejadian ini sebagai permisalan adalah firman-Nya, “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaithan ketika dia berkata kepada manusia, ‘Kafirlah kamu.’ Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam. Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zhalim.” (Q.s.,al-Hasyr:16-17) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SUMBER: Mi`ah Qishshah Wa Qishshah, Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin, karya Muhammad Amin al-Jundy, h.20-25) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-3122381596598147334?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/3122381596598147334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=3122381596598147334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/3122381596598147334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/3122381596598147334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/12/trik-trik-syaitan-dalam-menggoda-anak.html' title='Trik-Trik Syaitan Dalam Menggoda Anak Manusia'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sy7wNHoQYwI/AAAAAAAAAbU/oGxh7RKltog/s72-c/hasutan+syaitan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-6113672106390665634</id><published>2009-11-10T16:19:00.002+07:00</published><updated>2009-11-10T16:23:35.223+07:00</updated><title type='text'>Betapa Mahalnya yang Bernama Hidayah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvkxDzPBqpI/AAAAAAAAAaQ/MKTof__K1eM/s1600-h/hidayah+allah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvkxDzPBqpI/AAAAAAAAAaQ/MKTof__K1eM/s200/hidayah+allah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402403169370221202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash Radiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hati-hati bani Adam seluruhnya berada diantara dua jemari Ar Rohman laksana satu hati Ia bolak-balikkan hati tersebut sekehandaknya.” Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdoa : “Ya Allah Dzat yang membolak-balikkan hati palingkanlah hatiku untuk mentaati-Mu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya):&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan (QS. Al-Anfal : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :&lt;br /&gt;Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. (QS. Al-An’am : 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :&lt;br /&gt;Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf : 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :&lt;br /&gt;Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS. Ash-Shaf : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman (yang artinya) :&lt;br /&gt;Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): “Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?” Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS. At-Taubah : 127)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash Radiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hati-hati bani Adam seluruhnya berada diantara dua jemari Ar Rohman laksana satu hati Ia bolak-balikkan hati tersebut sekehandaknya.” Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdoa : “Ya Allah Dzat yang membolak-balikkan hati palingkanlah hatiku untuk mentaati-Mu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam Sunan At Tirmidzi dari Ummu Salamah Radiyallahu ‘anha beliau berkata(yang artinya) :&lt;br /&gt;“Doa yang sering dibaca Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam wahai Dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Nawwas bin Sam’an ia berkata aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):&lt;br /&gt;“Tidaklah ada satu hatipun melainkan berada diantara dua jemari dari jari jemari Ar Rahman bila ia kehendaki, Ia akan meneguhkannya dan bila Ia kehendaki, Ia akan menyesatkannya.” (diriwayatkannya oleh Imam Ahmad dalam Al Musnad dan Ibnu Majah. Dishohihkan oleh syaikh Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Abu Musa Al Asy’ari ia berkata : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hati ini laksana bulu ditengah padang pasir tandus yang dibolak-balikkan oleh angin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abi Ashim mengeluarkan dalam kitabnya As Sunnah dari Aisyah bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam sering membaca doa يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى د ينـــك (Wahai Dzat yang meneguhkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu) aku pun bertanya: ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya engkau sering membaca doa ini, apakah engkau merasa khawatir?” beliau menjawab: “Ya, lalu apa yang membuat aku merasa aman wahai Aisyah sementara hari para hamba berada diantara dua jari jemari Ar Rohman”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila engkau telah mengetahui bahwasanya hati para hamba berada diantara dua jari dari jari jemari Ar Rohman, Ia bolak-balikkan sekehandaknya dan bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam -padahal beliau adalah makhluk yang paling utama – doa yang sering beliau baca adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى طـا عــتـك&lt;br /&gt;“Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka bagaimana diperkenankan bagi seorang yang berakal untuk mengatakan : “Saya akan belajar dipangkuan ahlul bid’ah dan saya akan menjaga hatiku dari kesesatan dan penyimpangan”, karena setiap penyimpangan dan petunjuk itu memiliki sebab-sebab yang menghantarkan kepada-Nya. Maka bila engkau menempuh jalan-jalan penyimpangan dan kesesatan – dan diantara sebab terbesar untuk hal itu adalah belajar dipangkuan ahlul bid’ah – niscaya hatimu akan menyimpang dan engkau tersesat dari jalan yang lurus. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman(yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka (As-Shaff : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila engkau meminta pertolongan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan menempuh jalan-jalan petunjuk dan bimbingan, niscaya hatimu akan tetap istiqomah dengan izin dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan engkau pun berada di jalan yang lurus. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menyelamatkan kita dari penyimpangan dan kesesatan serta sebab-sebab yang menghantarkan kepadanya. Dan Allah lah Dzat yang dimintai pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-6113672106390665634?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/6113672106390665634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=6113672106390665634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/6113672106390665634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/6113672106390665634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/11/betapa-mahalnya-yang-bernama-hidayah.html' title='Betapa Mahalnya yang Bernama Hidayah'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvkxDzPBqpI/AAAAAAAAAaQ/MKTof__K1eM/s72-c/hidayah+allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-6409369770767567860</id><published>2009-09-14T14:20:00.002+07:00</published><updated>2009-09-14T14:22:45.179+07:00</updated><title type='text'>Dakwah Adalah Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sq3vO47TooI/AAAAAAAAAY4/qaHVYR1BlVg/s1600-h/news083134.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sq3vO47TooI/AAAAAAAAAY4/qaHVYR1BlVg/s200/news083134.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381220168855954050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.&lt;br /&gt;Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.&lt;br /&gt;Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.&lt;br /&gt;Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.&lt;br /&gt;Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(alm. Ust Rahmat Abdullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In memoriam Ust. Rahmat Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://supermenbanget.wordpress.com/2009/02/09/dakwah-adalah-cinta/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-6409369770767567860?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/6409369770767567860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=6409369770767567860' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/6409369770767567860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/6409369770767567860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/09/dakwah-adalah-cinta.html' title='Dakwah Adalah Cinta'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sq3vO47TooI/AAAAAAAAAY4/qaHVYR1BlVg/s72-c/news083134.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-3119400961721775619</id><published>2009-09-05T12:40:00.001+07:00</published><updated>2009-09-05T12:42:57.012+07:00</updated><title type='text'>Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SqH6SCF7vVI/AAAAAAAAAYg/ILamZNycyO4/s1600-h/hijaab.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SqH6SCF7vVI/AAAAAAAAAYg/ILamZNycyO4/s200/hijaab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377854617763429714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau radiyallahu’anha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam  yang hidup mendampingi  beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil a’la.1 Fathimah az-Zahra radiyallahu’anha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa ahlil jannah). Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti apa yang difahami Shahabiyah?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku muslimah yang merindukan surga Firdaus al-A’la…Shahabiyah yang mulia ini memandang buruk terhadap apa yang di lakukan wanita terhadap pakaian yang mereka kenakan yang masih menampakkan gambaran bentuk tubuhnya. Apa yang beliau tidak sukai itu beliau sampaikan kepada Asma radiayallahu’anha sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ummu Ja’far bahwasanya Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan  tubuhnya.” Asma’ berkata : ‘”Wahai putri Rasulullah maukah kuperlihatkan kepadamu sesuatu yang pernah aku lihat di negeri Habasyah?” Lalu Asma’ membawakan beberapa pelepah daun kurma yang masih basah, kemudian ia bentuk menjadi pakaian lantas dipakai. Fatimah pun berkomentar: “Betapa baiknya dan betapa eloknya baju ini, sehingga wanita dapat dikenali (dibedakan) dari laki-laki dengan pakaian itu. Jika aku nanti sudah mati, maka mandikanlah aku wahai Asma’ bersama Ali (dengan pakaian penutup seperti itu ) dan jangan ada seorangpun yang menengokku!” Tatkala Fatimah meninggal dunia, maka Ali bersama Asma’ yang memandikannya sebagaimana yang dipesankan. ”2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Albani rahimahullah berkata : Perhatikanlah sikap Fatimah radiyallahu anha yang merupakan  bagian dari tulang rusuk Nabi shalallahu alaihi wassalam bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan tubuh seorang wanita meskipun sudah mati, apalagi jika masih hidup, tentunya jauh lebih buruk. Oleh karena itu hendaklah kaum muslimah zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti muslimah yang dirahmati Allah,…benarlah apa yang dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah. Fitnah yang melanda kaum muslimah begitu deras dan hebat.Jika Fathimah radiyallahu’ anha saja tidak rela jasadnya tergambar bentuk tubuhnya tentulah dapat kita fahami bagaimana beliau mengenakan jilbab di masa hidupnya. Karena beliau sangat memahami perintah jilbab dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Pemahaman beliau yang sangat mendalam ini jelas tersirat dari ketidaksukaannya yang beliau pandang sebagai suatu keburukan apabila seorang wanita memakai pakaian yang dapat menggambarkan lekuk tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bandingkanlah dengan apa yang dikenakan oleh sebagian kaum muslimah dewasa ini sangat jauh dari apa yang disyariatkan oleh Rabb mereka. Jauh panggang dari api.Mereka menisbahkan pakaian wanita dengan kerudung ala kadarnya yang sekedar menutupi leher-leher mereka tidak sampai menutupi dada dengan nama pakaian islami atau jilbab. Dan ironisnya yang memakainyapun  merasa bahwa apa yang mereka pakai itu sudah benar karena melihat  para artis di TV mengenakan yang demikian itu jadilah pakaian trendy ini menyebar begitu cepat dan menjadi pakaian pilihan utama mereka. Bahkan tentu terkadang kita melihat saudari kita yang memakai busana muslimah yang justru menambah fitnah karena nampak jelasnya lekuk tubuh mereka dengan penutup kepala yang melilit di leher (sehingga jenjang atau tidaknya bentuk leher terlihat sangat jelas) dan hanya sampai di bagian pundak saja tidak sampai ke dada disambung dengan pakaian ketat yang menggambarkan bentuk payudara mereka kemudian  celana ketat yang menambah jelas  lekukan tubuh mereka. Ada juga yang memakai abaya (gamis/pakaian terusan) memilih ukuran yang ketat daripada ukuran besar dan lapang dengan alasan agar nampak cantik dan modis! Sebagian adapula yang memakai penutup kepala dengan menyanggul rambut-rambut mereka hingga ketika mereka berjalan dapat dilihat dengan jelas ikatan rambut tersebut, karena sangat kecilnya penutup kepala yang mereka pakai maka merekapun mengikat rambut tersebut agar tidak menyembul keluar. Bukankah apa yang mereka pakai itu semua  justru yang semestinya mereka jauhi karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.”4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits lain terdapat tambahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.”5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lihatlah penjelasan dari Ibnu Abdil Barr rahimahullah ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Yang dimaksud Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.”6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Alqamah bin Abu Alqamah bahwa ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Saya pernah melihat Hafshah bin Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi ‘Aisyah dengan mengenakan khimar(kerudung) tipis yang dapat menggambarkan pelipisnya, lalu ‘Aisyah pun tak berkenan melihatnya dan berkata : “Apakah kamu tidak tahu apa yang telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat An Nuur?!” Kemudian ‘Aisyah mengambilkan khimar untuk dipakaikan kepadanya.7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Albani menjelaskan perkataan Aisyah radiyallahu anha : Apakah kamu tidak tahu tentang apa yang diturunkan oleh Allah dalam surat An-Nuur? Mengisyaratkan bahwa wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum melaksanakan firman Allah Subahnahu wa ta’ala yang ditunjukkan oleh Aisyah radiyallahu anha yaitu “Dan hendaklah kaum wanita menutupkan khimar/kerudung pada bagian dada mereka”8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita melihat perbedaan yang sangat jauh antara generasi Shahabiyah dengan kita? Mereka benar-benar menjadikan jilbab sebagai penutup tubuh dan aurat sebagai bentuk ketaatan pada perintahNya sedangkan kita justru sebaliknya menjadikan jilbab sebagai pembuka fitnah kecuali wanita-wanita yang dirahmati Allah. Jilbab yang difahami shahabiyah sebagai pakaian yang lapang (lebar) yang menutupi tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki sedangkan kaum muslimah sekarang menganggap jilbab adalah secarik kain yang digunakan untuk menutupi rambut mereka saja sedangkan bagian-bagian lainnya mereka tutupi dengan bahan yang ala kadarnya yang tidak bisa dikatakan menutupi aurat apalagi menutupi lekuk tubuh mereka. Kepada Allahlah kita memohon pertolongan semoga kaum kita mau kembali kepada Rabb mereka dan  berusaha untuk  menunaikan apa yang diperintahkan Allah dan rasulNya secara sempurna dan menyeluruh. Sebagaimana firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu(Al-Baqarah :208).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bish-shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini telah di cek oleh : Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Rujukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jilbab Wanita Muslimah menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani,Pustaka Tibyan,Solo.&lt;br /&gt;   2. Ringkasan Shahih Muslim, Imam Al-mundziri, Pustaka Amani, Jakarta.&lt;br /&gt;   3. Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam, Mahmud al-Istanbuli, Pustaka Tibyan, Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Hadits yang di riwayatkan Bukhari V/137 dan Muslim no.2450 yang berbunyi :“Wahai Fatimah relakah engkau menjadi ratu bagi para wanita disurga?….”[Lihat Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam hal :127-128] [↩]&lt;br /&gt;   2. dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab al-Hilyah 2/43, Al Bayhaqi 3/34-35 untuk lebih jelasnya bisa di lihat dalam Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashiruddin AlBani, hal 140-141 [↩]&lt;br /&gt;   3. Jilbab Wanita muslimah hal: 140 [↩]&lt;br /&gt;   4. dikeluarkan oleh at-Thabrani dalam “Al-Mu’jam As-Shaghir” hal. 232 dari hadits Ibnu Amru dengan sanad shahih lihat jilbab wanita muslimah hal :130 [↩]&lt;br /&gt;   5. HR.Muslim dari riwayat Abu Hurairah hadits no.1388 [↩]&lt;br /&gt;   6. dikutip oleh As-Suyuthi dalam “Tanwirul Hawalik” 3/103 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal:131 [↩]&lt;br /&gt;   7. Ibnu Sa’ad 8/47 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal 131 [↩]&lt;br /&gt;   8. idem hal 131 [↩]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-3119400961721775619?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/3119400961721775619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=3119400961721775619' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/3119400961721775619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/3119400961721775619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/09/fathimah-radiyallahu-anha-memahami-arti.html' title='Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SqH6SCF7vVI/AAAAAAAAAYg/ILamZNycyO4/s72-c/hijaab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-223406781641529745</id><published>2009-08-31T08:48:00.002+07:00</published><updated>2009-08-31T08:50:51.906+07:00</updated><title type='text'>Lelaki Dua Syurga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpssZFfNngI/AAAAAAAAAYI/WQ8qp0N39Qo/s1600-h/teman+ke+syurga.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpssZFfNngI/AAAAAAAAAYI/WQ8qp0N39Qo/s200/teman+ke+syurga.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375939389678263810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com – “Sesungguhnya putriku ini adalah amanah di pundakku dan aku berusaha mencari untuk kebaikan urusannya pada apa yang telah aku perbuat.” Atas alasan itulah Said Bin Musayyib menolak pinangan Amirul Mukminin dan menikahkan putrinya dengan orang kalangan biasa dari kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendung duka belum tersaput dari wajah lelaki yang baru kehilangan orang yang paling dikasihi. Dia tidak tahu bahwa ternyata malam itu adalah malam terakhir dirinya menjumpai istri di rumahnya yang sederhana.. Terbayang kembali wajah istrinya, yang demikian baik kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang senantiasa menghibur kesedihannya. Ikut memahami dan merasakan kegalauannya. Istri yang selalu mendoakannya agar dirinya mendapatkan hidayah Allah. Istri yang senantiasa mengalirkan air mata pada tiap-tiap pertengahan malam, yang selalu menyemangati untuk selalu mencari ridha Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kegembiraan tidaklah boleh berlebihan, duka pun tak boleh berkelanjutan. Pria shaleh yang mendalam ilmunya ini menyadari bahwa duka kematian istrinya tidak boleh berlarut-larut. Kecintaannya akan majelis ilmu yang dipimpin gurunya Said Bin Musayyib harus segera dihadiri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahu akbar, Allahu akbar,” Adzan subuh pun berkumandang. Gemanya menggetarkan jiwa. Menerobos bilik-bilik rumahnya yang sederhana. Suara yang selalu dinanti. Suara yang selalu bisa membawanya terbang tinggi, menikmati empuknya awan, terbang jauh, diayun gelombang sahara yang menenangkan. Lengkingan suara yang menghapus kedukaan, membawanya pada kegembiraan dan melupakan sejenak segala sesak yang menghimpit tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai, alangkah merdunya suara panggilan itu kali ini. Abu Wada’ah merasakan kedamaian dan ketentraman yang mendalam. Dia menjawab suara muadzin itu, tak terasa langkahnya telah membawanya ke masjid Nabawi. Masjid tempat dia selama ini menuntut ilmu. Abu Wada’ah kembali datang ke majelis sebagaimana biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Abu Wada’ah dalam beberapa riwayat sering disebut Abu Wada’ah, dia berguru kepada Said Bin Musayyib, seorang tokoh ulama dari generasi tabi’in bernasab langsung ke Bani Mahzhum. Seorang ulama yang selalu berpuasa di siang hari, bangun di tengah malam. Menunaikan haji sekitar empat puluh kali. Sejak empat puluh tahun tidak pernah terlambat dari takbir pertama di masjid Nabawi dan ia selalu menjaga untuk berada di shaf pertama. Allah menganugerahkan kelapangan rezeki, dia bisa menikah dengan siapa saja yang ia kehendaki dari wanita bangsawan Quraisy, namun ia lebih memilih putri Abu Hurairah ra dari seluruh para wanita. Yang demikian itu karena kedudukannya dari Rasulullah saw. dan keluasan riwayatnya terhadap hadits serta raghbah-nya (keinginannya) yang begitu besar dalam mengambil hadits darinya. Ia telah mendedikasikan dirinya untuk ilmu semenjak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia belajar dengan istri-istri Nabi saw. dan mengambil manfaat dari mereka. Berguru kepada Zaid ibn Tsabit, Abdullah ibn Abbas dan Abdullah ibn Umar. Dan juga mendengar dari Utsman, Ali dan Shuhaib serta sahabat Nabi mulia saw yang lainnya. Said Bin Musayyib adalah seorang guru yang memiliki keteladanan yang tinggi. Beliau memiliki dan memimpin sebuah majelis ilmu (halaqah) yang cukup besar di Masjid Nabawi Madinah, di samping halaqah-halaqah yang lain yang ada di masjid itu, seperti halaqahnya ‘Urwah bin Zubair, dan Abdullah bin ‘Utbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Wada’ah termasuk seorang murid yang setia, dia tidak pernah absen setiap kali sang guru mengajar. Makanya sewaktu Abu Wada‘ah tidak datang ke majelis halaqahnya beberapa kali, tentu saja Said Bin Musayyib merasa kehilangan murid setianya ini. Beliau merasa khawatir kalau-kalau ketidakhadirannya disebabkan karena sakit atau karena ada masalah yang menimpanya. Lalu beliau menanyakannya kepada murid-murid yang lainnya tentang keadaan Abu Wada’ah, tetapi mereka semua mengatakan tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh itulah untuk pertama kalinya Abu Wada’ah menampakkan diri kembali di majelis sebagaimana biasa.  Maka sang guru Said Bin Musayyib segera menyambut kedatangannya dengan sapaan yang penuh perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ke mana saja engkau ya Aba Wada’ah?” Sapa Sang Guru penuh perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Istriku meninggal dunia, sehingga aku sibuk mengurusinya,” Jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa  tidak memberitahu kami sehingga kami bisa menemanimu dan mengantarkan jenazah istrimu serta membantu segala keperluanmu,” Sang guru menunjukkan perhatiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih, jazaakallahu khairan,” Jawab sang murid sambil menyembunyikan perasaannya yang terkesan memang sengaja tidak memberi tahu karena khawatir merepotkan gurunya. Dan ketika hendak beranjak pergi, sang guru menahannya. Sampai ketika semua murid yang lainnya telah pulang. Tidak berapa lama kemudian Said Bin Musayyib menghampiri Abu Wada’ah dan membisikan sesuatu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah engkau belum terpikir untuk mencari istri yang baru ya Aba Wada’ah.” Bisik sang Guru dengan penuh kehati-hatian untuk menjaga perasaan muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatimu, siapa orangnya yang mau mengawinkan anak perempuannya dengan pemuda sepertiku yang sejak kecil yatim, fakir dan hingga sekarang ini aku hanya memiliki dua sampai tiga dirham,” Tandas Abu Wada’ah yang tampaknya ingin bersikap realistis terhadap keadaan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku yang akan mengawinkanmu dengan anak perempuanku,” Sang Guru menegaskan ucapannya. Abu Wada’ah terkejut dan dengan terbata-bata menanggapi tawaran gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eng,…engkau akan mengawinkanku dengan anak perempuanmu, padahal engkau tahu sendiri bagaimana keadaanku,” Abu Wada’ah menanggapi setengah tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian keduanya terdiam, Sang Guru sendiri tampak arif dan demikian memahami perasaan muridnya. Tak lama kemudian, Syaikh mengucapkan sebuah perkataan yang sama sekali tak diduga oleh Abu Wada’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya,…kenapa tidak, karena ketika telah datang seseorang yang aku ridha terhadap agamanya dan akhlaknya maka aku akan kawinkan anak perempuanku dengan orang itu, dan engkau termasuk orang yang aku ridha”. Tegas sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebelum ini putri beliau pernah dilamar oleh Al-Walid bin Hisyam bin Abdul Malik, putra mahkota Dinasti Umayyah, pada saat ayahnya Amirul Mu’minin Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah. Said Bin Musayyib menolak lamaran khalifah yang ingin menjodohkan putrinya dengan putera mahkotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Syaikh Said sendiri adalah salah seorang perempuan tercantik dan sempurna, seorang puteri yang paling mendalam ilmunya tentang Al-Quran dan Sunnah. Akan tetapi meskipun yang melamar anaknya adalah putra mahkota, Said Bin Musayyib tidak canggung menyampaikan permintaan maafnya karena menolak lamarannya. Keluarga istana Dinasti Umayyah tetap berusaha keras untuk dapat mempersunting putrinya itu, namun Said Bin Musayyib tetap tak bergeming, karena ia mengetahui bahwa Al-Walid adalah pemuda yang banyak melakukan dosa dan lemah agamanya. Dalam pandangan ahlud-dunia sikap Said Bin Musayyib mungkin dinilai aneh karena menyia-nyiakan kesempatan untuk menaikkan taraf hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagaimana dengan kita sekarang ini? Atas pertimbangan apa kita menerima dan menolak seseorang? Adalah Erich Fromm, dalam bukunya berjudul The Art of Loving, mengungkapkan dengan gamblang bahwa hubungan pria dan wanita pada jaman modern, pada akhirnya tak lebih dari sebuah proses tukar menukar seperti layaknya transaksi jual beli di era pasar bebas seperti saat ini. Sang pria menjual image-nya sebagai sosok yang tampan, dengan tubuh berotot, six packs, punya segala macam fasilitas mulai dari kendaraan keluaran terbaru, gagdet keluaran terbaru, dan style berpakaian yang tidak boleh ketinggalah jaman. Tak lupa, sang wanita pun menjual aset berharga berupa keindahan tubuhnya, kecantikan, tutur kata yang lemah lembut (meskipun aslinya kadang-kadang wataknya tidak lemah lembut sama sekali) hingga kecerdasan otaknya.– Astaghfirullah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Sa’id Bin Musayyib jauh dari sifat mengeksploitasi anaknya demi mengejar keuntungan dunia. Sebagai orang tua sekaligus seorang ‘alim, beliau hanya mendambakan putrinya mendapatkan jodoh dari orang yang bertaqwa dengan sesungguhnya. Dan pilihannya jatuh pada salah seorang murid majelis halaqahnya. Ia bukanlah seorang kaya, apalagi keturunan bangsawan, bahkan hanya seorang pemuda yatim yang berstatus duda dari wilayah Hayna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keduanya telah terjalin tafahum (saling memahami) tingkat tinggi. Bukan sekedar hubungan murid dengan guru semata akan tetapi lebih jauh dari itu adalah ta’akhi (persaudaraan) yang kental dan mendalam. Hubungan yang dirajut karena kecintaan kepada Allah semata dan jauh dari baju kepura-puraan, pura-pura shaleh, pura-pura ‘alim dan taqwa. Jadi Said Bin Musayyib meluluskan putrinya menikah dengan tak ada penilaian yang bersifat materi keduniaan dalam jiwa dan benaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, Said Bin Musayyib memanggil beberapa orang muridnya yang kebetulan masih berada di dalam masjid. Ketika mereka ada di dekatnya, saat itu juga Said Bin Musayyib mengucapkan lafadz hamdalah dan shalawat atas Rasulullah saw… lalu disebutlah lafadz akad nikah antara putrinya dan Abu Wada’ah. Maharnya adalah uang senilai dua dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai perasaan gembira, haru, bingung bercampur dalam hati Abu Wada’ah. Setelah selesai acara ‘aqad nikah yang sangat sederhana itu, ia segera pamit pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siang itu sebenarnya aku tengah puasa, tapi peristiwa itu menjadikan aku hampir lupa dengan puasaku…” Ungkap Abu Wada’ah dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh bahagia Abu Wada’ah, saat segala takdir harus diterima dengan pasrah, saat Allah memberi kecukupan dengan karunia yang mungkin ‘terlihat’ apa adanya, saat rezeki yang bersahaja harus dipandang sebagai anugrah tak terkira, saat orang percaya atau tidak percaya, bahwa sesungguhnya engkau telah mendapat anugrah terindah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilatan cahaya pikiran itu terus menerus menerangi sehingga membuka kesadaran yang hakiki. Hingga tiba adzan maghrib dan dia harus membatalkan puasanya. Selesai melakukan shalat maghrib, ia bersiap untuk ifthar dengan sepotong roti dan minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di tempat lain Said Bin Musayyib setelah menyelesaikan prosesi akad nikah di Masjid Nabawi tadi, beliau kemudian pulang ke rumahnya dan mendapati putrinya tengah membaca Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang sedang engkau lakukan wahai putriku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sedang membaca kitabullah wahai ayah…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah engkau memahaminya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, duhai ayahku. Tetapi, ada satu ayat yang aku belum bisa memahaminya sama sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayat apakah itu wahai putriku?” tanya sang ayah dengan penuh keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaitu firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, ‘Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan juga di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka’.’ (Al-Baqarah : 201)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Duhai ayahku, aku telah mengetahui bahwa kebaikan akhirat adalah jannah, lalu apakah yang dimaksud dengan kebaikan dunia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah kemudian menjelaskan dengan penuh hangat, “Duhai putriku, kebaikan dunia adalah ketika seorang istri yang shalihah mendapatkan suami yang shalih. Hari ini Allah telah memberikan nikmat kepadamu dengan seorang suami yang shalih, maka bersiaplah untuk memasuki malam pertama bersamanya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya Abu Wada’ah belum tuntas menikmati sajian iftharnya berupa satu atau dua potong roti, tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu rumahnya. Kemudian dia berdiri untuk membuka pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa di luar…?” tanya Abu Wada’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya Said,“ Jawab suara dari luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu segera dikenalnya, yang tidak lain adalah Said Bin Musayyib. Ada apa gerangan? Karena saat itu sebenarnya Abu Wada’ah masih diliputi perasaan grogi dan cemas. Dalam benaknya, mungkin saja kedatangan syaikh Said hendak membatalkan urusan pernikahan ini, atau mungkin saja mempelai putri menolak menjadi istrinya. Tetapi, ketika dibuka pintu rumahnya, ternyata imam Said datang bersama putrinya yang telah memakai gaun pengantin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang membuat Anda tergesa-gesa datang kemari wahai Syaikh?” Abu Wada’ah pun bertanya kepada sang imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah membenci jika salah seorang di antara kita bermalam tanpa memiliki istri. Sehingga, setan tidak mengganggunya wahai Abu Wada‘ah. Inilah aku bawakan istrimu, semoga engkau diberkahi dengannya, dan semoga ia juga mendapatkan barakah denganmu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam naungan kebaikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Said Bin Musayyib meninggalkan putrinya di rumah Abu Wada’ah. Saat itu juga Abu Wada’ah berlari dan naik ke atap rumahnya dan memanggil seluruh tetangganya. Seketika itu pula, para tetangganya berhamburan mendatanginya dan bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apakah gerangan wahai Abu Wada‘ah sehingga engkau memanggil kami?” Tanya para tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Said Bin Musayyib telah menikahkanku dengan putrinya. Beliau telah datang kepadaku malam ini untuk menyerahkan putrinya kepadaku. Dan sekarang, putrinya telah bersamaku.”  Abu Wada’ah mengumumkan perihal keadaannya kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tetangga kemudian mendatanginya dan membantu hajat Abu Wada’ah. Kaum wanita mempersiapkan pengantin putri dan kaum lelaki mempersiapkan Abu Wada’ah agar bertemu dengan istrinya dalam keadaan terbaik. Dalam walimah sederhana itu tidak ada permainan dan perbuatan yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian para undangan pulang ke rumahnya masing-masing dengan mendapatkan balasan dari Allah dan juga rasa terima kasih dari Abu Wada’ah. Mempelai laki-lakipun kemudian masuk ke rumah menemui istri barunya. Ternyata, ia adalah wanita yang sangat cantik, paling hafal dengan kitabullah, paling tahu dengan sunnah Rasulullah dan paling paham akan hak-hak suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berlalu masa sepekan dari pernikahannya, diapun kemudian meminta ijin kepada istrinya untuk keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendak ke mana duhai suamiku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendak menghadiri majelis ilmu Said Bin Musayyib….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duduklah di sini saja duhai suamiku. Akan aku ajarkan kepadamu ilmu Said Bin Musayyib….” Istrinya berkata dengan penuh hangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, Abu Wada’ah pun duduk bersamanya mengkaji ilmu agama. Suatu waktu, Said Bin Musayyib menengok keadaan Abu Wada’ah dan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa sekarang engkau tak lagi menghadiri halaqah wahai Abdullah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena aku telah mendapati pada putri Said ilmunya Said,” Jawab Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun sejuta manusia menggapai langit dan menggali bumi. Kebahagiaan sejati hanya dilandasi keyakinan akan takdir sehingga menjunjung manusia kearah ketabahan, kepasrahan, keteduhan hati dan keikhlasan, bak mutiara terpendam yang menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhaan Ilahi. Peneladanannya terhadap Nabi saw. menggeser segala kesukaannya terhadap segala penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaannya bertahan walau cobaan menerpa. Abu Wada’ah berbahagia dengan takdirnya, maka keabadian menghampirinya dengan segala keindahannya. Surga dunia, juga surga Akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Shuwarun Min Hayaati at-Taabi’iin oleh Dr Abdurrahman Ra`fat al-Basya dan Al-Mukhtâr min qishasil Akhyâr oleh Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-223406781641529745?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/223406781641529745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=223406781641529745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/223406781641529745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/223406781641529745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/08/lelaki-dua-syurga.html' title='Lelaki Dua Syurga'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpssZFfNngI/AAAAAAAAAYI/WQ8qp0N39Qo/s72-c/teman+ke+syurga.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-5158635145920834760</id><published>2009-08-29T08:59:00.001+07:00</published><updated>2009-08-29T09:02:30.395+07:00</updated><title type='text'>Pahlawan di Sekitar Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpiMLQ0xTKI/AAAAAAAAAXw/IIvYx8z1EEc/s1600-h/saladin6aa.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpiMLQ0xTKI/AAAAAAAAAXw/IIvYx8z1EEc/s200/saladin6aa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375200280389438626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Andaikata suatu saat anda menjumpai peristiwa kecelakaan, bencana alam, kebakaran atau bahkan ledakan bom misalnya, apa yang akan anda lakukan? Langsung spontan memberi pertolongan meski nyawa sendiri taruhannya atau menunggu ada pertolongan dari orang lain, atau justru diam saja dan bahkan pergi tak mau tahu? Apakah anda selalu tergerak dan terpanggil untuk seketika itu juga berjibaku menolong para korban, tanpa banyak berspekulasi bahwa perbuatan itu membahayakan diri sendiri atau tidak? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ya, anda tidak sendiri. Banyak di antara kita yang memiliki jiwa pahlawan seperti itu. Beberapa contohnya adalah para tamu Kick Andy pada episode 24 Juli lalu. Fathul Khoiri, Achmad Usman, Agus Bambang Priyanto, Musrifan dan Endang Aripin adalah figur-figur yang sangat peduli pada sekitarnya. &lt;br /&gt;Dalam beberapa kali peristiwa ledakan bom di sejumlah tempat di Indonesia, muncul sosok-sosok pahlawan yang mau dan mampu melakukan aksi heroik demi keselamatan para korban. Padahal sesuatu yang jamak ditakutkan pada kasus bom teroris, masih ada ledakan susulan yang bisa jadi akan merenggut jiwa mereka juga. &lt;br /&gt;Pada peristiwa ledakan bom di kawasan Mega Kuningan yang terjadi di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli 2009 pekan lalu, sejumlah orang tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri, langsung bahu membahu untuk menyelamatkan korban ledakan. Adalah Fathul Khoiri, sopir yang ikut serta dalam hiruk pikuk penyelamatan korban luka parah Timothy Mackay, presdir PT Holcim yang kebetulan adalah bosnya. Sejumlah orang yang kebetulan ada di sekitar lokasi kejadian, tanpa ba bi bu langsung bersedia mendampingi Fathul saat akan membawa Timothy ke rumah sakit. Padahal saat membawa korban, mereka harus bergelantungan di mobil dengan keadaan pintu terbuka dan kecepatan mobil cukup tinggi karena bergegas untuk segera sampai rumah sakit. &lt;br /&gt;Sementara pasca ledakan bom di depan Kedubes Australia 9 September 2004 silam, muncul sebuah foto dramatis yang menghiasi headline sejumlah media massa. Adegan seorang laki-laki yang kelihatan tergesa-gesa menggendong anak perempuan korban ledakan menjauh dari lokasi ledakan. Achmad Usman, teknisi AC yang sedang bekerja di Pasar Festival tak jauh dari lokasi ledakan, sontak menghentikan pekerjaannya dan langsung berlari menuju sumber ledakan. Di saat orang-orang berlarian menjauh dari sumber ledakan, Achmad justru melawan arus. ”Yang ada di pikiran saya, pasti banyak korban yang perlu ditolong nih.. Sama sekali tak terpikir jika ada ledakan lagi, yang penting menolong korban dulu” terang Achmad saat ditanya kenapa justru seakan mencari perkara. Dan saat itulah Achmad berhasil menyelamatkan anak perempuan yang terluka parah. Dan berkat kesigapannya, si anak akhirnya terselamatkan. &lt;br /&gt;Sementara pada kasus bom teroris pertama dan terbesar di Indonesia yang lebih dikenal bom Bali I pada 12 Oktober 2002, nama Agus Bambang Priyanto yang lebih terkenal dengan sebutan Haji Bambang mencuat sebagai sosok pahlawan sosial berintegritas tinggi. Pada peristiwa itu, 15 menit pasca ledakan, Haji Bambang sudah merapat di lokasi kejadian dengan sepeda anginnya. Langsung tanpa banyak pikir, ia menerobos puing-puing bangunan yang penuh dengan api, asap, reruntuhan dan pecahan besi serta kaca untuk mengevakuasi korban. Bagaikan mendapat suntikan dopping, Haji Bambang memimpin sejumlah relawan lainnya untuk mengangkat dan membawa keluar para korban yang umumnya terluka parah dan kondisinya mengenaskan hingga 11 jam lamanya nonstop. Dari pukul 11 malam hingga pukul 10 pagi keesokan harinya dengan jumlah korban terevakuasi 202 mayat dan lebih dari 300 orang terluka. “Saya saja waktu melihat video penyelamatan itu diputar ulang, sempat ndak percaya apakah benar orang itu Haji Bambang, karena tidak mungkin saya mampu melakukan semuanya itu...” kenangnya. &lt;br /&gt;Dan solidaritas Haji Bambang tidak berhenti sampai hari itu. Selama sebulan lamanya ia ikut meriung dengan aparat berwenang setempat, untuk mencari dan mengumpulkan korban yang masih tersisa belum ditemukan atau tercecer. “Bayangkan saja jika anda melihat orang yang perlu pertolongan itu adalah salah satu anggota keluarga anda, pasti anda tidak akan berpikir panjang untuk menolongnya. Selalu posisikan cara pandang anda seperti itu, pasti anda akan tergerak menolong orang lain” ungkap Haji Bambang saat ditanya bagaimana resep untuk gampang peduli pada orang lain. &lt;br /&gt;Sementara kisah Endang Aripin, tak kalah heroik dan dramatis. Pemuda 21 tahun asal Cirebon ini, menjadi martir di negeri Matahari Terbit. Endang meninggal saat menjalani kerja praktik atau magang di industri penangkapan ikan Jepang pada 11 Agustus 2007 lalu. Saat sedang berjalan-jalan di tepi pantai Isegahama Provinsi Miyazaki dekat tempatnya magang, lulusan SMK Pelayaran Cirebon ini melihat ada dua orang remaja putri Jepang terseret ombak besar yang tiba-tiba datang. Tanpa banyak pikir, terdorong jiwa sosialnya yang tinggi, Endang langsung mencebur ke air dan mengejar korban. &lt;br /&gt;Tak main-main, lokasi yang ditempuh Endang untuk mengambil korban sekitar 60 meter dari tepi pantai. Dan saat itu kondisi air sedang sangat buruk. Tapi perjuangan keras Endang berhasil membawa korban kembali ke tepian. Namun naas bagi Endang, ombak yang lebih besar kembali datang dan menyambarnya ke tengah setelah kelelahan membawa korban. Tragis. Korban yang ditolongnya selamat, sementara Endang harus menyerahkan nyawanya di tempat yang sangat jauh dari tempat kelahirannya. &lt;br /&gt;Berita orang asing mempertaruhkan nyawanya bagi warga lokal, segera menyebar luas di Jepang. Apresiasi dari masyarakat dan pemerintah Jepang pun datang. Endang ditasbihkan sebagai pahlawan masyarakat Jepang pada hari Pahlawan Nasional Jepang pada 28 Oktober 2008 lalu. Keluarga Endang diundang ke Jepang, untuk menerima penghargaan dan ucapan terima kasih dari pemerintah dan kekaisaran Jepang. Dan kemudian, kisah Endang diabadikan oleh dua orang sutradara film Jepang dalam film dokumenter berdurasi 1 jam, mewakilik ungkapan terima kasih masyarakat Jepang atas kisah heroik Endang.&lt;br /&gt;Sumber: Kick Andy.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-5158635145920834760?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/5158635145920834760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=5158635145920834760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/5158635145920834760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/5158635145920834760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/08/pahlawan-di-sekitar-kita.html' title='Pahlawan di Sekitar Kita'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpiMLQ0xTKI/AAAAAAAAAXw/IIvYx8z1EEc/s72-c/saladin6aa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-5388218155811653841</id><published>2009-08-26T09:44:00.002+07:00</published><updated>2009-08-26T09:47:28.875+07:00</updated><title type='text'>Menahan Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpSiNwhIGLI/AAAAAAAAAXg/vTgOW5Dw4Vo/s1600-h/ramadhan-uy.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpSiNwhIGLI/AAAAAAAAAXg/vTgOW5Dw4Vo/s200/ramadhan-uy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374098612605687986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com – Sebentar lagi, umat Islam menjalankan ibadah shaum di bulan suci Ramadhan. Shaum yang secara bahasa berarti al-imsak, menahan diri. Makna bahasa inilah yang hari-hari ini menarik untuk sama-sama kita praktekkan. Kenapa? Karena, siapapun kita, sebagai seorang individu atau warga negara, sebagai aparat keamanan, penegak hukum, pelaku media massa, atau siapapun, akan dimintai pertanggungjawaban apa yang telah kita katakan dan kita perbuat, tidak hanya di dunia ini, tentu di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sebagai aparat keamanan, yang semestinya melindungi dan mejaga rasa aman seluruh masyarakat, maka aparat keamanan seyogyanya menahan diri dari membuat statemen atau memberi ruang bagi statemen yang keliru tentang suatu hal, contohnya dalam hal ini adalah statemen atau opini bahwa yang yang digrebeg di Temanggung adalah seorang gembong teroris yang telah lama dicari, ternyata informasi itu tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai penegak hukum, hendaknya tetap mengedepankan azaz praduga tak bersalah. Bahkan dalam kaidah Islam, “Memberi pema’afan yang boleh jadi keliru, itu lebih baik dan lebih didahulukan dari pada memutuskan hukum tapi salah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sakitnya orang yang divonis keliru, betapa malunya keluarga yang divonis bersalah, padahal mereka boleh jadi tidak tahu menahu dan tidak bersalah, kalau toh bersalah, harus dibuktikan terlebih dahulu secara hukum. Apakah ada kasus salah hukum di negeri ini? Banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai insan media, hendaknya terlebih dahulu melakukan chek dan richek kebenaran suatu berita. Bukan karena mengejar deadline, sehingga mengorbankan objektifitas dan kebenaran suatu berita. Jangan memberitakan suatu informasi dengan kata-kata “diduga”. Sungguh ajaran agama telah memberi etika dalam pemberitaan dan dalam menerima berita: “Wahai orang-orang yang Beriman, apabila datang seorang fasiq dengan membawa suatu informasi maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan.” Al-Hujurat:6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masyarakat sudah merasa lega dengan adanya berita terbunuhnya gebong “teroris”, ternyata kelegaan itu sirna, ketika pihak kepolisian memastikan bahwa yang terbunuh itu berbeda dari yang diberitakan selama ini. Siapa yang bertanggungjawab atas penyesatan informasi yang telah disampaikan kepada masyarakat??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai warga negara yang baik juga demikian, tidak serta merta menelan mentah-mentah suatu berita. Teliti terlebih dahulu. Siapa yang menyampaikan. Lihat track recordnya. Selidiki keperpihakannya. Terlebih terkait suatu berita besar yang memang menjadi konsumsi dunia internasional dan menjadi agenda penting mereka, dalam hal ini contohnya adalah masalah “terorisme”. Lebih berhati-hati dalam menerima dan menyimpulkan suatu berita. Menahan diri dari menyalahkan pihak-pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai bagian dari umat beragama, wabilkhusus agama Islam, hendaknya juga menahan diri dari menafsirkan suatu ajaran agama dengan tidak pada tempatnya. Seperti memaknai jihad dengan perang di suatu wilayah yang damai dan berpenduduk mayoritas muslim, seperti di Indonesia tercinta ini. Pemaknaan ini jelas-jelas tidak benar menurut mayoritas ulama dan umat Islam. Jihad dalam arti perang hanya dibenarkan jika suatu wilayah itu dijajah dan diserang musuh secara militer, seperti yang terjadi di Iraq, Afghanistan, Palestina. Umat Islam wajib menahan diri dari hal-hal yang justeru merusak citra Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua harus menahan diri dari menebar kesalahan, teror baru dan justeru yang dikedepankan adalah azaz praduga tak bersalah, kebersamaan, kedamaian, persatuan dan kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ramadhan dengan ibadah shaum itu mengajarkan kita berbuat demikian. Marhaban Ya Ramadhan!. Allahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-5388218155811653841?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/5388218155811653841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=5388218155811653841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/5388218155811653841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/5388218155811653841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/08/menahan-diri.html' title='Menahan Diri'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpSiNwhIGLI/AAAAAAAAAXg/vTgOW5Dw4Vo/s72-c/ramadhan-uy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-3311995158734689086</id><published>2009-08-22T09:33:00.002+07:00</published><updated>2009-08-22T09:45:49.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='An-Nisa'/><title type='text'>Ketika Ku Langkahkan Kakiku Keluar Untuk Bekerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/So9aQNjFvUI/AAAAAAAAAXI/rKeqfOwKjek/s1600-h/akhwat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 178px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/So9aQNjFvUI/AAAAAAAAAXI/rKeqfOwKjek/s200/akhwat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372612115037535554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَءَاتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan hendaklah kamu tetap(tinggal) dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahilyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya (Al-Ahzab :33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti muslimah,…Wanita dalam pingitan menunjukkan kemuliaan dan kesucian. Terdapat dalam sejarah dari dulu hingga kemudian. Dalam pingitan malu menjadi hiasan. Wajarlah bila ia menjadi primadona dan dambaan. Bukankah Allah ciptakan bidadari surga dalam pingitan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mengapa wanita sekarang berlomba-lomba meninggalkan rumahnya,menukar tempat yang mulia dengan kehinaan?Bukankah telah Allah perintahkan dalam Al-Qur’an tinggallah dalam rumah-rumah kalian wahai wanita yang beriman?tidakkah kau lihat sekarang terjadi berbagai kerusakan dari banyaknya wanita yang berbaur dengan laki-laki dan berkeliaran?perselingkuhan dan perzinahan menjadi kemaksiatan yang tak lagi menakutkan, pada Allahlah kita meminta pertolongan…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti muslimah,…banyak slogan bertaburan untuk menjadikan kalian wanita yang mengikuti perkembangan zaman walaupun harus mengorbankan agama dan kehormatan kalian, agar julukan kuno dan ketinggalan zaman tidak melekat pada diri kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya wahai saudariku,…sebagian saudari kita merasa sesak dan sempit dadanya ketika harus tinggal dirumah. “Seperti burung dalam sangkar “, katanya. Betapa membosankannya! Merasa nyaman ketika di luar rumah bergaul begitu bebas tanpa batasan, keluar rumah tanpa kebutuhan. Hilanglah sudah rasa malu yang menjadi hiasan utama para wanita, tak merasa risih berbicara dengan lawan jenisnya tanpa ada kebutuhan yang penting atau mendesak bahkan tertawa dan bercanda? Bukankah Rasul  kita yang mulia bersabda : “Malu adalah sebagian dari iman?”1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka beralasan “Tidaklah kami keluar melainkan karena kami harus bekerja membantu suami atau orangtua kami karena kebutuhan hidup yang semakin tinggi, bagaimana kami hidup jika kami tidak keluar bekerja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku,…mencari nafkah adalah tanggungjawab suami  jika engkau telah bersuami,  ridhalah dengan pemberiannya. Syukurilah ia walau tak seberapa, keridhaanmu dan qana’ahmu (menerima apa adanya) justru akan membawa barakah pada harta suamimu. Bila engkau belum menikah maka ayahmulah yang bertanggungjawab atas biaya hidupmu. Bersyukurlah atas pemberian orangtuamu dan berbaktilah pada mereka agar doamu dikabulkanNya. Bukankah Uwais Al-qarni sangat berbakti pada ibunya yang membuat doanya dikabulkan Allah? hingga Nabi kita yang mulia menyuruh Umar Radiyallahu anhu bila berjumpa Uwais agar meminta doa darinya agar Allah mengampuni dosa Umar? Bukankah Umar radiyalahu anhu juga menawarkan dunia berupa surat rekomendasi kepada uwais yang waktu itu akan ke Kufah. Bila saja ia mau menggunakannya maka kehidupannya akan berubah. Dunia mendatangi Uwais dan tunduk padanya akan tetapi Uwais menolaknya dengan berkata, “Menjadi orang biasa dan tidak terkenal adalah lebih aku sukai.”2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku fillah,… dalam hidup ini kita akan selalu dirisaukan dengan kelaparan, kefakiran dan ketakutan karena memang demikianlah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an sebagai ujian bagi orang-orang yang beriman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kau lihat dalam sejarah wahai saudariku,…sebelum sahabat dan sahabiyah mengenal islam. Hidup dalam gelap gulita, kehinaan, permusuhan, pertumpahan darah, kesesatan bahkan kefakiran. Kemudian mereka menyerahkan diri mereka hanya taat pada perintahNya dan RasulNya tercinta. Keikhlasan dan mengikuti Sunnah Nabi mereka adalah pedoman hidup mereka. Jasad mereka berjalan di atas muka bumi tetapi hati-hati mereka tergantung di akhirat. Iman, takwa dan amal shaleh menjadi pakaian mereka. Maka kejayaan, kekayaan bahkan dunia menghampiri dan bertekuk lutut dihadapan mereka. Tidakkah mereka pada saat itu menguasai bumi dari timur hingga barat? Allahpun memenuhi janjiNya.                     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.” (An-Nuur: 55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku,…aku ulang sekali lagi, bukankah dunia menghampiri para sahabat yang mulia? Mereka tidak tertipu dan terbenam dalam gemerlapnya kehidupan dunia. Akan tetapi justru hidup zuhud adalah pilihan mereka. Mereka tetap memilih untuk khusyu’, tunduk dan berhina diri di hadapan Allah Azza wa jalla. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu arahkanlah pandanganmu sekali lagi pada Al-Qur’an,…akan engkau dapati kisah indah dan menakjubkan. Dua wanita putri  nabi yang mulia, sangat terpaksa harus membawa binatang ternaknya ke sumber air Madyan . Karena sang ayah telah lanjut usia hingga tugasnya tak mampu lagi beliau tunaikan. Rasa malu menghalangi mereka untuk berbaur (ikhtilath) dengan kaum lelaki jadilah mereka  menunggu dari kejauhan. Mereka rela sabar menunggu memberi  minum ternaknya setelah berlalunya rombongan. Inilah dia kisah yang akan membuat hatimu tertawan, Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan tatkala ia (Nabi Musa alaihis salam) sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)? ” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.(Al-Qashas:23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka Allahpun memberikan pertolongan pada kedua putri Nabi Syuaib alahis salam dengan hadirnya Nabi Musa alaihis salam yang memberi minum ternak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ketempat yang teduh lalu berdo’a: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (Al-Qashas :24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai hamba Allah yang shalihah,…renungkanlah kisah mulia diatas. Rasa malu ternyata telah menjadi hiasan wanita di masa lampau. Walau bagaimanapun beratnya tantangan hidup, dua putri nabi mulia memilih menjauh dari  ramai sesaknya para pria. Bersabar menunggu hingga mereka pergi dan berlalu barulah mereka memberi minum ternaknya kemudian Allah pun memudahkan urusan dunia mereka dengan menghadirkan Musa alaihis salam agar menolong mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Diantara saudari kita ada yang berkata, “Kita tetap harus bekerja karena kita butuh pegangan, kita butuh harta agar anak-anak kita tidak terlantar bila ayahnya tiada, apalagi kita tidak tahu isi hati suami kita bagaimana kalau ia tergiur wanita lain lalu melupakan kewajibannya menafkahi keluarga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para istri,…tak ada satupun ulama melarang wanita bekerja dengan dua syarat kewajibanmu sebagai  istri engkau tunaikan dan jenis pekerjaan yang tidak melanggar syariat agama. Tinggal dirumah adalah lebih utama akan tetapi bila memang engkau harus keluar maka taatilah rambu-rambu agama. Keluar dengan menutup aurat secara sempurna yaitu dengan jilbab syar’i yang merupakan pakaian wanita bertakwa, hindari ikhtilath semampumu, menundukkan pandangan dan hiasan malumu janganlah engkau tanggalkan. Karena dengan malu itulah engkau menjadi terhormat dan dimuliakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau berburuk sangka pada suamimu diluar ketika mencari nafkah,..hatimu tidak tenang dan was-was boleh jadi ia tergiur wanita lain. Tidakkah engkau sadar karena ini adalah akibat dari bergaul bebasnya wanita dengan laki-laki sehingga engkaupun terkena fitnah keraguan? Sebagai seorang muslimah yang beriman hendaklah menjauhi dari prasangka karena ini adalah dosa sebagaimana Rabb kita berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa” (Al-Hujuraat: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana bila suamiku tiada, tentu anak-anakku akan terlantar”, Wahai saudariku,… jangan biarkan setan mengelabuhimu. Menakut-nakutimu terhadap perkara ghaib. Kematian adalah perkara yang ghaib, hanya Allah saja yang tahu. Boleh jadi kitalah yang mendahului suami kita karena urusan ajal adalah rahasia Allah semata. Kita dilarang berbuat “rajman bilghaib” yaitu menerka-nerka sesuatu perkara yang ghaib yang dimana hanya Allah saja yang mengetahuinya.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ                                                                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Dan, tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Lukman : 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercerminlah wahai ukhti muslimah,…pada Ummu Salamah radiyallahu anha. Ketika suaminya tercinta ditakdirkan Allah sebagai syuhada. Beliau beristirja (mengucapkan innalillahi wa inna ilahi raajiun) kemudian bersabar dan bertawakal kepadaNya dengan berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Ya, Allah berikanlah pahala karena musibah ini dan berikanlah kepadaku pengganti yang lebih baik”3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beliaupun bertanya pada dirinya sendiri, “Siapa gerangan yang lebih baik dari Abu Salamah?” Allahpun menjawab doanya ketika iddah beliau selesai,  Rasulullah shalallahu alaihi wassalam datang  melamarnya kemudian menikahinya dan beliau pula yang menanggung anak-anak Ummu Salamah. Ummu Salamah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Allah telah mengganti untuk diriku yang lebih baik dari Abu Salamah radiyallahu anhu yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti muslimah semoga Allah memuliakanmu, setelah engkau membaca kisah Ummu Salamah Radiyallahu anha apalagi yang engkau ragukan?Apa lagi yang engkau  risaukan?Bukankah Ar-Rahman telah memberikan jaminan setelah Ia memberikan ujian dan cobaan pada hamba-hambaNya yang beriman?kebahagiaan di akhirat berupa surga yang penuh dengan kenikmatan dan keabadian. Di dunia bahkan Dia akan menggantinya dengan lebih baik dari yang sebelumnya hamba tersebut dapatkan. Buah dari kesabaran dan ketawakalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di rumah adalah perintah dari Rabbmu Azza Wajalla, sangat utama ibadah dan berpahala. Kebaikan di dalamnya tersimpan melimpah ruah. Barakah dari atas langit senantiasa tercurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai, para calon bidadari surga… segeralah kembali pada seruan Penciptamu,taatilah perintahNya maka keberuntungan akan menghampirimu, kebahagiaan dunia akan mendatangimu akhiratpun berbahagia menyambutmu.Wallahu a’lam bish-shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini telah di muraja’ah (dibaca dan di cek ulang) dan di setujui oleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ustadz Khalid Syamhudi Lc dan Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Terjemah Shahih Bukhari,Asy-Syifa’, Semarang.&lt;br /&gt;   2. Ringkasan Shahih Muslim,Pustaka Amani, Jakarta.&lt;br /&gt;   3. Hiburan bagi Orang-orang Yang Tertimpa Musibah,Muhammad bin Muhammad Al-Manjabi Al-Hambali,Darul Haq,Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-3311995158734689086?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/3311995158734689086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=3311995158734689086' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/3311995158734689086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/3311995158734689086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/08/ketika-ku-langkahkan-kakiku-keluar.html' title='Ketika Ku Langkahkan Kakiku Keluar Untuk Bekerja'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/So9aQNjFvUI/AAAAAAAAAXI/rKeqfOwKjek/s72-c/akhwat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-1108919440144229368</id><published>2009-08-15T09:37:00.003+07:00</published><updated>2009-08-22T09:46:01.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SoYgB3gGkyI/AAAAAAAAAXA/cv-rd9J-VCM/s1600-h/selamat-menyambut-ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SoYgB3gGkyI/AAAAAAAAAXA/cv-rd9J-VCM/s200/selamat-menyambut-ramadhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370014822136451874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-1108919440144229368?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/1108919440144229368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=1108919440144229368' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/1108919440144229368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/1108919440144229368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/08/sepuluh-langkah-menyambut-ramadhan.html' title='Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SoYgB3gGkyI/AAAAAAAAAXA/cv-rd9J-VCM/s72-c/selamat-menyambut-ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-6635532706777456342</id><published>2009-06-24T10:12:00.002+07:00</published><updated>2009-08-10T09:32:48.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Ikhlaslah Berjuang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SkGaWzgxj4I/AAAAAAAAAWc/hKIoNt4TW2g/s1600-h/cover+depan+ikhlas.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SkGaWzgxj4I/AAAAAAAAAWc/hKIoNt4TW2g/s200/cover+depan+ikhlas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350727548868333442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com - “Sesungguhnya hari ini adalah satu hari di antara hari-hari Allah, tidak pantas diisi dengan kebanggaan dan kesombongan atau keangkuhan. Ikhlaskanlah amal dan jihadmu dan tujulah Allah dengan amalmu, karena hari ini menentukan hari-hari yang akan datang.” (Orasi Khalid bin Walid di tengah berkecamuknya perang Yarmuk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ikhlas sudah begitu sering kita dengar dalam berbagai kesempatan. Bagi setiap pejuang dan prajurit dakwah, semestinya ikhlas tidak boleh lagi menjadi sekadar retorika, melainkan ia harus hadir dan ada dalam diri kita, menyatu dalam pikiran, hati, dan menjadi jiwa dari setiap nafas dan gerak amal dan perjuangan kita. Bersamanya kita memulai hari-hari, dengannya kita membangun ukhuwah dan menapaki jalan dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa maksud Imam Hasan Al-Banna meletakkan ikhlas dalam rukun baiatnya. Jika ada satu saja gerak kita yang tidak ikhlas, berarti kita secara syar’i telah mengkhianati Allah dan telah mengkhianati komitmen kita sendiri dan pada sebuah organisasi. Na’udzu billah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, saudaraku yang kucintai karena Allah, sudah sepatutnya kita menyadari dengan sepenuh hati, bahwa sejak pertama kali bergabung dengan suatu organisasi atau suatu jamaah, ikhlas telah menjadi tuntutan dan kewajiban yang mengikat diri kita sampai Allah swt. menentukan putusan-Nya; menampakkan kemenangan bagi dakwah ini atau kita syahid dalam menegakkan dan membelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya tidak akan menguraikan makna ikhlas dengan kata-kata, kita semua bahkan telah menghafalnya di luar kepala. Saya ingin mengajak kita semua untuk merenungi bersama kata-kata ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita telah menjadikan ikhlas sebagai sesuatu yang menyatu dalam diri kita, melebur, menjasad, mendarah daging, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diri kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ikhlas telah merasuk dalam pemikiran kita sehingga membuat kita menjadi produktif sekaligus kreatif dalam mengeluarkan gagasan untuk membangun dakwah Islam tanpa tendensi apapun selain kepada Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ikhlas telah melebur dalam hati kita sehingga menjadikan kita mampu memandang segala permasalahan dalam dakwah ini dengan jernih, dan menjadikan kita mampu membangun ukhuwah, ukhuwah yang sebenarnya bukan sekadar hiasan kata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ikhlas telah menjadi jiwa dari setiap amal yang kita lakukan, sehingga menjadikan kita rela melaksanakan apapun perintah dan kebijakan organisasi atau jamaah dengan penuh tanggung jawab, tanpa rasa berat dan tidak berharap balasan atas semua itu kecuali hanyalah dari Allah Taala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, para aktivis dakwah yang saya cintai karena Allah, apakah ikhlas baru sekadar kata tanpa makna, atau ia cuma retorika yang kita suapkan kepada para objek dakwah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takutlah kepada Allah, karena Dia Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya kemenangan dakwah ini sejak dulunya selalu terkait dengan keikhlasan para prajuritnya. Apa yang kita inginkan ketika berdakwah dan berjuang menyebarkan nilai-nilai Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi awal dan keinginan kita adalah meraih ridha Allah. Semua kerja dan aktivitas dakwah yang kita lakukan sebagai sarana atau alat untuk meraih keridhaan Allah, lain tidak. Bagi kita, ridha Allah adalah imbalan terbesar dan termahal, karena itu kita sudah merasa cukup dengan imbalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa Allah akan terus menyertai perjuangan kita selama perjuangan kita murni, bersih dari noda yang mengotorinya, selama motivasi dan keinginan kita dalam perjuangan ini tidak bergeser atau berubah. Karena itu, sekali lagi, Ikhlaslah dan teruslah pelihara keikhlasan itu sampai Allah Taala memberikan kemenangan atau kita mendapatkan keridhaan-Nya di sisi-Nya sebagai syuhada!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-6635532706777456342?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/6635532706777456342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=6635532706777456342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/6635532706777456342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/6635532706777456342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/06/ikhlaslah-berjuang.html' title='Ikhlaslah Berjuang'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SkGaWzgxj4I/AAAAAAAAAWc/hKIoNt4TW2g/s72-c/cover+depan+ikhlas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-207051176157318054</id><published>2009-06-17T19:50:00.003+07:00</published><updated>2009-08-10T09:32:48.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Karakter Pemimpin Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SjjnbNVEepI/AAAAAAAAARk/DHdoHwDOzKI/s1600-h/pemimpin.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SjjnbNVEepI/AAAAAAAAARk/DHdoHwDOzKI/s200/pemimpin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348279012122983058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Saya ingin mengetahui kriteria pemimpin yang baik dan layak pilih dalam Islam. Selain kriteria, mohon juga disebutkan hal-hal apa saja yang dapat dijadikan indikator bahwa seorang tokoh tersebut layak menjadi pemimpin menurut Islam. Mohon tanggapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Diantara kriteria tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Berakidah yang bersih dari syirik, khurafat, tahayul serta percaya atau menggan- tungkan diri kepada jin, setan dan dukun.&lt;br /&gt;   2. Tahu batas halal dan haram yang bentuknya adalah penerapan dalam diri, keluarga dan lingkungannya, sehingga dengan mudah dia bisa membedakan mana praktek haram dan mana halal. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Tidak pernah mencuri, berzina, minum khamar, berjudi, menipu rakyat, makan uang negara, manipulasi, korupsi, kolusi dan tidak makan uang riba.&lt;br /&gt;# Mampu menegakkan selalu amar makruh dan nahi mungkar dalam setiap kesempatan. Sebab sebagai penguasa, di tangannya ada kekuatan. Bila tidak dimanfaatkannya untuk amar makruf nahi mungkar, maka dia harus bertanggung-jawab di akhirat.&lt;br /&gt;# Siap menerima teguran / kritik kapan dan dimana saja, tidak pura-pura pergi dinas atau malah shopping keluar negeri bila ada masalah yang menuntut penanganan yang cepat. Juga tidak mengorbankan anak buah bila menghadapi masalah, tetapi secara jantan berani menunjukkan bahwa dirinya masih punya urat malu.&lt;br /&gt;# Dan tidak enak-enakan berpesta sebelum anak yatim terjamin masa depannya atau pun fakir miskin punya sumber rezeki yang jelas.&lt;br /&gt;# Cinta kepada ilmu pengetahuan dan berusaha menggratiskan semua bentuk sekolah dan fasilitas pendidikan.&lt;br /&gt;# Bersikap adil kepada semua pemeluk agama dan memberikan jaminan dan hak-hak mereka untuk bisa hidup dengan damai di bawah jaminan dirinya. Tetapi bersikap tegas bila terjadi kecurangan dan pelanggaran antara sesama pemeluk agama.&lt;br /&gt;# Memanfaatkan jabatannya ini untuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan untuk cari kekayaan baik buat diri, keluarga atau kroni. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-207051176157318054?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/207051176157318054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=207051176157318054' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/207051176157318054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/207051176157318054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2009/06/karakter-pemimpin-islam.html' title='Karakter Pemimpin Islam'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SjjnbNVEepI/AAAAAAAAARk/DHdoHwDOzKI/s72-c/pemimpin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-8218429438049849161</id><published>2008-11-12T22:41:00.000+07:00</published><updated>2009-11-12T22:42:45.893+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div id="cl_option"&gt; Loading... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="cl_content_list"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var jumlah_kata_dalam_ringkasan = 200;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://copycat91.googlecode.com/svn/trunk/contentlist.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=json-in-script&amp;callback=onLoadFeed&amp;max-results=500"&gt; &lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-8218429438049849161?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/8218429438049849161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=8218429438049849161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/8218429438049849161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/8218429438049849161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2008/11/loading.html' title=''/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-4104428472860107672</id><published>2008-07-23T21:25:00.003+07:00</published><updated>2009-08-10T09:32:48.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Keutamaan Para Mujahidin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIdAMEZrQsI/AAAAAAAAAEs/Dc9LEUEdFTg/s1600-h/daulah_islam.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIdAMEZrQsI/AAAAAAAAAEs/Dc9LEUEdFTg/s200/daulah_islam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226216468670792386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda bahwa para Mujahidin di jalan Allah, mereka adalah tentara Allah, yang melalui mereka Allah menegakan Agama-Nya dan menolak serangan musuh-musuh-Nya. Dan dengan merekalah, Allah menjaga negeri-negeri Islam dan melindungi aturan-aturan agama ini.&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang ang memerangi musuh-musuh Allah , agar agama ini seluruhnya menjadi milik Allah dan menjadikan tinggi kalimat Allah. Mereka mengorbankan diri mereka demi cintanya kepada Alla, dan menolong agama-Nya demi meninggikan kalimat Allah dan menolak musuh-musuhNya.Mereka senantiasa bekerja sama denagan setiap orang yang melindungi islam dengan pedang-pedang mereka, dengan senjata-senjata mereka di medan juang yang mereka terjuni meskipun mereka tinggal di rumah-rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendapatkan pahala, sebagaimana mereka beribadah kepada Allah, lantaran jihad dan ekspedisi-ekspedisi yang mereka lakukan sebab, merekalah yang menjadiperantara hamba-hambaNya dapat beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menempatkan orang yang menjadi perantara atau penyebab; sama dengan kedudukan pelakunya secara sempurna, baik dalam masalah pahala maupun dosa. Oleh karena itu, orang yang menyeru kepada petunjuk dan orang yang menyeru kepada kesesatan, sama-sama memperoleh ganjaran dan dosa dari orang yang mengikutinya. Karena dialah yang menjadi penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan nash-nash sunnah yang menunjukan tentang motivasi dan anjuran untuk berjihad. Serta pujian bagi orang yang berjihad dan berita mengenai apa yang akan mereka dapatkan disisi Rabb mereka; berupa berbagai karomah dan karunia-karunia yang besar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah firman Allah ini menjadi dalilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?”(QS .As-Shaff;10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jiwa-jiwa ini sangat merindukan perniagaan yang menguntungkan seperti ini yang mana Allah Rabb semesta alam yang Maha Mengetahui lagi maha Bijaksana menunjukan dengan firmanNya “yaitu: kalian beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwa kalian”(QS.As-Shaff:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demikian, jiwa ini sepertinya masih merasa terlalu sayang dengan kehidupan dunia dan keabadiannya, maka Allah berfirman:“…itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahuinya.” (QS.As-Shaff:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, jihad itu lebih baik bagi kalian; daripada berdiamnya kalian dalam keadaan hidup dan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan jiwa ini kembali mengatakan,“Apa bagian kami jika mau berjihad nanti?” Allah berfirman, “Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian…”(QS.As-Shaff:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama ampunan ini, masih ada lagi:“….dan Dia akan memasukan kalian kedalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, dan (memasukan kalian) ketempat tinggal yang baik didlam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar”(QS.As-Shaff:12)&lt;br /&gt;Sekali lagi, seolah jiwa ini mengatakan, “Itu kan di akhirat, lalu apa bagian kita di dunia?” Maka Allah pun menjawab dengan firmanNya: “Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman ” (QS.As-Shaff:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, lafal-lafal itu begitu manis dan menyentuh dihati. Alangkah besar pengaruhnya terhadap hati dan mendorong untuk menuju Rabb-nya. Alangkah lembut kedudukannya disetiap orang yang mencintai. Alangkah besarnya kekayaan hati dan alangkah baik kehidupannya ketika dia menyelami makna-maknanya. Kita memohon karunia kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara yang menunjukan keutamaan para Mujahidin adalah firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Rabb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. “ (QS. At-Taubah:19-22)&lt;br /&gt;Disini Allah mengabarkan; bahwa tidaklah sama disisi-Nya antara orang-orang yang memakmurkannya dengan ‘itikaf, thawaf dan shalat, yangmerupakan bentuk pemakmuran masjid-masjid Allah yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan orang-orang yang memberi minum jama’ah haji, dengan orang-orang yang berjiahd dijalan ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga mengabarkan; bahwa orang-orang mukmin yang berjihad, mereka lebih agung derajatnya disisi Allah, dan merekalah orang-orang yang beruntung, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang memperoleh kabar gembira dengan rahmat, keridhaan dan syurgaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah tidak menyamakan antara para mujahidin dengan mereka yang memakmurkan Mesjidil Haram dengan berbagai macam ibadah yang dikerjakan. Meskipun, Allah telah memuji mereka yang memakmurkannya dengan firmanNya: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. ” (QS.At-Taubah:1 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid, kendatipun demikian, orang yang berjihad itu lebih tinggi derajatnya disisi Allah daripada mereka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-4104428472860107672?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/4104428472860107672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=4104428472860107672' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/4104428472860107672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/4104428472860107672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2008/07/keutamaan-para-mujahidin.html' title='Keutamaan Para Mujahidin'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIdAMEZrQsI/AAAAAAAAAEs/Dc9LEUEdFTg/s72-c/daulah_islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-1539459561536951782</id><published>2008-07-23T21:20:00.003+07:00</published><updated>2009-08-10T09:32:48.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Tentara-Tentara ALLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIc_DIkFucI/AAAAAAAAAEk/M9uipmG8jco/s1600-h/palestineir8.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIc_DIkFucI/AAAAAAAAAEk/M9uipmG8jco/s200/palestineir8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226215215657761218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;By : A. Nurullah Al Banjari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepung dari arah selatan yaa Bislan!!!” teriak Mughits. AK 47-nya bergetar menghujani tentara-tentara Rusia yang sudah terkepung itu. Mereka terkejut dan kacau-balau di jalan raya antara kota Serzhen Yurt dan Vedeno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awas yaa Rojih…!!” Mughits mendorong Rojih ke sebelah kanan ketika berondongan peluru Rusia mengarah kepadanya. Tak ayal lagi tubuh mereka bergulingan di atas tanah yang tertutup salju tebal itu. Sebutir peluru sempat bersarang di bahu Mughits. Perih! Darahpun mengalir dari luka tembak itu. Namun keduanya segera bangkit dan kembali membalas tembakan-tembakan tersebut. Sebuah granat tangan yang dilembarkan oleh Bislan Ahmad menghancurkan sebuah truk Rusia dan membunuh beberapa orang pasukan yang berlindung di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Maju sekarang!!, Allahu Akbar…”, teriak Mughits Saifuddin kepada pasukannya. Semangat tempur pasukan unit pengintai itupun semakin besar karena kerinduan akan mati syahid pada setiap pertempuran yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai satu jam penyergapan gabungan dua pasukan Mujahiddin itupun akhirnya meluluhlantakan keangkuhan pasukan kafir yang selama ini membunuhi kaum muslimin di Chechnya. Penyerangan itu diawali dengan terdeteksinya pergerakan pasukan Rusia yang akan melewati jalan raya tersebut oleh pasukan unit pengintai pimpinan Mughits Saifuddin. Dengan dibantu oleh pasukan unit tempur Mujahiddin di bawah pimpinan Abu Ja’far mereka telah berhasil menghancurkan konvoi 23 kendaraan militer tersebut. Diantara kendaraan yang hancur adalah 10 buah truk, 4 BMP kendaraan pengangkut pasukan, satu kendaraan tempur shilka dan beberapa jenis kendaraan militer lainnya. Serta terbunuhnya sebanyak 56 Tentara Rusia dalam sergapan yang mendadak tersebut. Alhamdulillah… yaa Allah, satu lagi bukti kekuatan pasukan Mujahiddin di Checnya yang mengalahkan pasukan kafir Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rojih Walid mengobati luka Mughits. Mereka bersahabat sejak masih kanak-kanak, keduanya adalah mujahiddin yang hebat dan gagah berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mughits… segala puji bagi Allah Robb semesta alam atas pertolonganmu, semoga Allah memanjangkan umurku agar dapat membalasnya,” ucap Rojih pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah… yaa Rojih, belum saatnya engkau syahid.” Jawab Mughits singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sebagai komandanmu bertanggung jawab kepada setiap pasukanku. Bukankah begitu ajaran Rasulullah kepada kita…?” sambung Mughits kepada Rojih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudaraku… Rojih, Allah akan memilih siapa di antara kita yang akan lebih dulu berjumpa dengan-Nya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan pun berakhir ketika Rojih selesai membalut luka sahabatnya. Mughits mengajak Rojih untuk menghampiri ketua pasukan tempur Abu Ja’far yang sedang memeriksa keadaan pasukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AllahuAkbar…”, teriak ketua pasukan tempur Abu Ja’far yang kemudian disambut oleh seluruh pasukan Mujahiddin, “Allahu Akbar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ja’far merangkul Mughits Saiffudin dan mereka pun terharu dapat berjumpa kembali dan kemenangan dalam pertempuran ini. Tidak berapa lama, kedua pasukan itupun berpisah. “ila liqo, Assalamu’alaikum…”, ucap Mughits dalam perpisahan itu. Dan dijawab oleh seluruh pasukan Abu Ja’far kemudian mereka pun berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ooOoo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari didaerah pegunungan sebelah selatan wilayah Alshin-Yurt sunyi senyap, tak ada suara, hanya suara binatang hutan yang sesekali terdengar. Cahaya rembulan separuh katup di atas sana hanya mampu memberikan bayang-bayang. Angin dingin yang basah meniup dedaunan pohon yang memutih diselimuti salju. Pasukan Mughits Saifuddin sedang beristirahat didekat danau kecil yang tenang. Terlihat beberapa pasukan berjaga-jaga dengan sangat waspada. Seusai qiyamul lail tadi Mughits belum lagi tertidur, perjumpaan dengan Ust. Abu Ja’far beberapa hari yang lalu kembali membongkar kenangan Mughits akan peristiwa 10 tahun yang lalu di ibukota Checnya, Grozni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas ditarik mundurnya pasukan mujahiddin dari Grozni, pihak Rusia memasuki ibu kota yang telah porak-poranda oleh bom Rusia. Mereka melakukan penyembelihan, penjarahan, dan pelecehan-pelecehan terhadap warga. Penduduk laki-laki mereka bunuh, kaum wanitanya mereka perkosa. Tidak kurang dari 90 penduduk mereka bunuh saat itu. Termasuk di dalamnya keluarga Mughits yang ditangkap dan akhirnya dibunuh. Saat itu umur Mughits baru 12 tahun. Ia selamat karena pertolongan dari Ust. Abu Ja’far yang saat itu menjabat sebagai komandan unit pengintai. Masih jelas dalam ingatan Mughits peristiwa pembantaian terhadap keluarganya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei … bangsat!” teriak prajurit Rusia itu memaki ayah Mughits. Sebuah tendangan sepatu laras melayang kemuka ayahnya.&lt;br /&gt;“Allahu Akbar…,” desis ayah Mughits. Di bawah todongan senjata dan tangan yang terikat tak ada yang bisa dilakukan Abu Saif, panggilan ayah Mughits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakan dimana tempat para gerilyawan itu!” teriak komandan pasukan Rusia Reckber Krucnichev. Abu Saif diam, hanya kalimat takbir yang terus terucap dari mulutnya yang pecah berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakan di mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Plak…!” sebuah pukulan senapan mengenai kepala Abu Saif. Darah mengucur dan Abu Saif tersungkur di tanah. Namun keteguhan hatinya akan Islam membuatnya bangkit. Isterinya Zulfa Aminah hanya menunduk tak ingin melihat suaminya disiksa. Namun ia pun tak sudi memperlihatkan kelemahannya dengan menangis. Beberapa orang prajurit memegangi dan menghajar Abu Saif sampai pria itu tertelungkup di tanah. Tanah yang memutih itu kini berubah warna menjadi merah, karena tetesan darah Abu Saif. Berbagai usaha telah mereka lakukan tapi tak juga bisa membuka mulut Abu Saif. Tak berhasil dengan Abu saif yang sudah bersimbah darah dengan luka-luka sayatan di tubuhnya dan tercabuti kuku jarinya, mereka berpindah ke Zulfa Aminah.&lt;br /&gt;“Hei cantik katakan di mana para tentara gerilyawan itu?” bisik komandan pasukan Rusia itu ditelinga Zulfa. Tangannya membelai pipi Zulfa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cuh…!!” jauhkan tangan najismu dari wajahku. Ludah Zulfa ke wajah Reckber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurang ajar..! Plak!” sebuah pukulan keras mendarat di wajah Zulfa. Wanita itu tidak menampakan kesakitan, dari bibirnya yang berdarah itu iapun berucap, “Wahai orang-orang kafir ingatlah suatu saat kalian akan merangkak memohon ampun, namun semua itu sudah terlambat karena kalian akan musnah dan hancur oleh tentara-tentara Allah. Walaupun kau rusak tubuh ini, kau potong-potong tubuh ini kami tak akan pernah takut dan gentar sedikitpun. Karena dari tiap potongan tubuh ini akan menjadi saksi kami dihadapan Allah, bahwa kami adalah para syahid dan syahidah yang telah berjihad demi Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reckber semakin marah, dan iapun berniat hendak memperkosa Zulfa. Tangannya terulur menarik khimar Zulfa. Wanita itu berusaha bertahan. Namun apalah daya tangannya terikat sehingga lepaslah khimar itu. Reckber semakin bernafsu melihat kecantikan Zulfa. Sehingga ia pun menerjang dan hendak membuka jilbab yang menutupi tubuh Zulfa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Abu Saif menerjang, kakinya yang tak terikat menendang muka Reckber dan sejurus kemudian tendangan keduanya tepat mengenai organ vital laki-laki itu. Reckber pun tersungkur dan sangat kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bunuh dia….!Aghhk…bunuh dia!” teriak Reckber. Serta merta pasukan Reckber menghujani Abu Saif dengan berondongan peluru. Ingin rasanya saat itu Mughits keluar dari tempat persembunyiannya ikut membantu Abinya namun rangkulan dan ucapan Abu Ja’far menghentikannya. “Kita tak bisa berbuat apa-apa jumlah mereka terlampau banyak, kita akan kembali dan menghancurkan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahu Akbar….” Abu Saif jatuh dengan puluhan lubang peluru di tubuhnya. Syukurlah Zulfa pun turut syahid bersama suaminya. Allah menjaga kehormatannya. Beberapa peluru telah merobek dadanya. Selamat tinggal Abu Saif, selamat tinggal Zulfa. Kalian akan berbahagia di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mughits meneteskan air mata. Perih hatinya mengingat peristiwa pembantaian di Grozni itu. Begitu kejam, tak berperi kemanusiaan. Seorang wanita diperkosa beramai-ramai kemudian dibunuh dengan sadis, kepala yang terpenggal, darah berceceran dimana-mana. Tiada lagi kemanusiaan. Lalu dimana PBB, dimana Hak Asasi Manusia, semua hanya omong kosong. Umat Islam tak akan mendapatkan HAM dari barat yang berstandar ganda itu. Kenangan itu mencabik-cabik hati Mughits, dadanya bergelegak, serasa akan pecah. Perjuangannya belum berkahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air danau yang keperakan terkena cahaya bulan memantulkan cahaya yang redup itu kepepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa… Robbku, pertemukanlah aku kembali dalam pertempuranku dengan pembunuh kedua orang tuaku. Pertemukanlah aku dengan musuh yang paling tangguh sehingga aku syahid dan berjumpa dengan-Mu” Do’a Mughits dalam munajatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mughits kembali mengamati pasukannya, besok pagi mereka akan berangkat untuk bergabung dengan pasukan tempur besar para mujahiddin yang akan menyerang kedudukan pasukan Rusia di ibu kota Grozni. Kesempatan untuk kembali ke kota kelahirannya. Kesempatan untuk menghancurkan keangkuhan dan kesombongan Rusia. Kesempatan untuk membalas pembantaian kaum muslimin dan kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kesempatan untuk syahid….” ucapnya. Namun sebelum itu ada tugas menantinya, yaitu menghancurkan konvoi yang akan melalui lembah ini besok. “Abi…, Umi… tunggu Saif…” ucap Mughits lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ooOoo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Blarr!!!” Ledakan dahsyat dari ranjau-ranjau yang telah disiapkan oleh pasukan Mughits di sepanjang jalan yang dilalui oleh konvoi kendaraan Rusia tersebut telah menghancurkan 2 buah truk Rusia dan membuat kocar-kacir pasukan Rusia. Berbarengan dengan itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahu Akbar…! Tembak…!!” teriak Mughits. Serta-merta hujan peluru membuat pasukan Rusia tak berkutik. Menang strategi dan posisi, pasukan Mughits berhasil membunuh 15 orang pasukan Rusia. Satu lagi tanda keperkasaan pasukan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mengambil ghonimah berupa persenjataan musuh, Mughits dan pasukannya melanjutkan perjalan menuju Grozni. Untuk bergabung dengan induk pasukan mujahiddin yang dipimpin oleh Shamil Basayev. Pasukan mujahiddin Dhunzula ini, berkekuatan 250 tentara muslim. Mughits dan pasukannya akan menuju pertempuran berikutnya, pertempuran yang lebih besar. Menjemput kesyahidan yang dirindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ooOoo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salju semakin tebal, hawa dingin menusuk tulang. Pasukan telah disiagakan dan siap pada posisinya masing-masing. Tepat setelah sirene dari pos penjagaan terbesar di Grozni itu berbunyi, saat itulah penyerangan dimulai. Sirene meraung panjang, para mujahidin pun berteriak menyebut asma Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahu Akbar…!!” pertempuran sengitpun terjadi. Kedua belah pihak bertempur mati-matian. Semangat pasukan mujahiddin terbakar dengan takbir. Pasukan musuh yang berjumlah sekitar 500 pasukan itu jadi terlihat kecil-kecil di mata mereka. Tujuan mereka menang atau syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mughits merangsek masuk dengan pistol dan AK 47 ke areal gudang senjata. Telah banyak pasukan Rusia yang tertembus pelurunya. Di hadapannya kini adalah Reckber Krucnichev. AK 47 sudah kehabisan peluru. Namun Pistolnya masih menyisakan peluru. Tembak-menembak pun terjadi. Reckber tertembak di bahu kirinya, dan Mughits terserempet peluru dibahu kanannya. Peluru keduanyapun kini telah habis. Kedua-duanya kini berhadap-hadapan dengan pisau tempurnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum kau disiksa dalam neraka, kau akan merasakan sakitnya penderitaan di dunia…”. Kata-kata Mughits meluncur deras sederas serangannya. Keduanya bertarung dengan sengit. Beberapa kali tusukan Reckber melukai Mughits. Namun beberapa kali juga Reckber harus meringis karena punggung dan perutnya terkena sabetan dan tusukan pisau Mughits. Akhirnya Mughits dapat memenangkan pertarungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasakan ini olehmu…, ini untuk Abi dan Umiku!!!” teriak Mughits. Pisau Mughitspun bersarang ditubuh Reckber. Kemudian sambil bergulingan Mughits mengambil sebuah RGP yang berada di tanah dan menembakkannya ke tubuh Reckber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini untuk kaum muslimin yang telah kau bunuh. AllahuAkbar!” serangan pasukan Dhunzula ini pun menjadi bukti keperkasaan perjuangan para mujahiddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan dahsyat terjadi lagi. Asalnya dari arah selatan tempat Mughits berada. Kebakaran hebat dan kepulan asap tebal membumbung ke angkasa. Gudang senjata Rusia itu telah hancur. Tembakan roket dari RGP itu tidak hanya menghancurkan tubuh Reckber saja tapi juga para pengepung Mughits dan juga…. Allah telah memanggil Mughits… Ia telah syahid dengan terbunuhnya puluhan pasukan Rusia dalam ledakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat tinggal Mughits Saifuddin, engkau adalah pedang dien ini, engkau adalah mujahid Islam yang gagah berani. Kau susul para syahid dan syahidah lainnya. Allah akan mengampunimu dan setiap serpihan tubuhmu akan menjadi saksimu di hadapan Allah. Selamat jalan sahabat. Engkau telah mendahuluiku. Aku akan menyusulmu segera. Allahu Akbar!” diakhir kalimatnya Rojih pun menggempur musuh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan belum selesai, di seluruh negeri kaum muslimin. Palestina, Cechnya, Afghanistan, Kashmir, Pattani, Moro, mereka memanggil para mujahid untuk berperang Fi Sabilillah. Kita juga… di sini, berjuang dengan seluruh kekuatan kita untuk Islam hingga akhir jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam atasmu para mujahiddin di seluruh dunia. Kalianlah tentara Allah yang akan bersama-sama Rasulullah di surga. Salam atas para mujahiddin terdahulu, sekarang dan yang akan datang…[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, jangan pernah terlena,ingatlah perjuangan saudara-saudara kita dibelahan bumi sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[diambil dari Majalah PERMATA edisi 09/Tahun VII/Desember 2002-Januari 2003]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-1539459561536951782?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/1539459561536951782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=1539459561536951782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/1539459561536951782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/1539459561536951782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2008/07/tentara-tentara-allah.html' title='Tentara-Tentara ALLAH'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIc_DIkFucI/AAAAAAAAAEk/M9uipmG8jco/s72-c/palestineir8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-3937683262264719278</id><published>2008-07-23T20:52:00.003+07:00</published><updated>2009-08-10T09:30:59.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='An-Nisa'/><title type='text'>Tubuh di Jilbab, Hati Telanjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIc5s6W_RwI/AAAAAAAAAEc/vmVxWzy_sp4/s1600-h/Shahdah_96.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIc5s6W_RwI/AAAAAAAAAEc/vmVxWzy_sp4/s200/Shahdah_96.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226209336329455362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, dalam suatu pengajian saya dan rekan-rekan pengajian melakukan perdebatan panjang tentang Jilbab, dan prilaku pemakainya, yang saya sebut dalam hal ini adalah "Tubuh berjilbab Hati Telanjang" Kenapa saya menulis seperti itu, karena kita bisa lihat pada kenyataan sehari-hari, banyak Wanita Muslim yang memakai jilbab masih berkelakuan layaknya masyarakat umum. hal itu dapat kita lihat dari Pemakaian jilbab, tetapi busana yang dikenakan membentuk lekuk tubuhnya,atau yang berjilbab tapi masih pegangan tangan dengan pria yang bukah muhrimnya atau Bahkan ada fenomena yang menurut saya sangat menghina Agama Islam, yaitu banyaknya Wanita berjilbab yang terjerembab dalam Sebuah Zina.(EA)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut wikipedia Kata jilbab (bahasa arab: جلباب ) di Indonesia merujuk pada jenis pakaian berupa penutup kepala dari helaian kain, atau sering juga disebut dengan kerudung atau tudung . Pengertian ini sebenarnya salah kaprah dan hanya berlaku di Indonesia. Di negeri Islam lainnya , jilbab lebih merujuk pada pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan ajaran Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab. Sementara kerudung sendiri di dalam Al Qur'an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada surat An Nuur ayat 31 : "Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudung-nya) ke dadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar harus menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak , jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.&lt;br /&gt;Pendapat yang sama sebagaimana dituturkan Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya,sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan (QS an-Nur [24]: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian. (HR Muslim)&lt;br /&gt;ketika jilbab hanya menjadi tren busana. inilah yang disebut berpakaian tapi telanjang. hijab yang benar adalah menutupi semua aurat tubuh (baik kulit maupun lekuk tubuh) kecuali wajah dan telapak tangan. Kalau anda mengenakan jilbab itu berarti menutup segalanya tidak cuma menutup aurat aja, tapi juga tingkah laku harus direm. Rasanya ngga pantas wanita yang memakai jilbab tapi masih suka tertawa terbahak-bahak, masih suka berpelukan di muka umum, masih suka berpakaian yang super ketat entah itu baju atau celana panjangnya....kamu juga lihat sendiri kan salah kaprah pemakaian jilbab dikalangan wanita muda.(EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini wanita muslim kadang Enggan menggunkan jilbab dengan alasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kesiapan mental untuk meninggalkan pola hidup saat ini&lt;br /&gt;Banyak yang merasa belum siap secara mental &amp; hati nuraninya untuk memakai jilbab. Kita tahu sendiri gimana era globalisasi begitu kuat mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan busana apalagi kaum wanita begitu banyak godaannya, baju yang stretch, rok mini, celana seksi, model rambut yang ada-ada aja. Keinginan untuk ikut mengenakan semua itu sangat kuat, sebagian besar ya pengaruh lingkungan &amp; teman-teman kalau tidak mengikuti dibilang ketinggalan jaman. bukan berarti mereka itu ngga ngerti agama loh,malah banyak juga yang agamanya lumayan bagus tapimasih merasa belum siap...masih berupa niat aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Takut dengan respons lingkungan&lt;br /&gt;Ini juga banyak yang jadi kendala, seringkali lingkungan menganggap wanita berjilbab itu ngga oke diajak ngobrol soal segala macam, ngga bisa bergaul. Padahal belum tentu yach. Trus kalo berbuat salah sedikit langsung jadi pusat perhatian, Nah ini dia banyak yang belum siap untuk selalu bersikap sempurna...tuntutan ini dari lingkungan terasa besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* masalah kepraktisan&lt;br /&gt;sudah jadi rahasia umum baju muslim berjilbab itu harganya lumayan mahal. Namanya wanita apalagi yang modern tetap ingin tampil cantik walaupun berjilbab...tapi banyak juga yang merasa ngga praktis untuk selalu pakai lengan panjang atau rok panjang. Tapi belakangan ini alhamdulillah&lt;br /&gt;sebenarnya mulai banyak mode pakaian yang sederhana tapi tetap bisa dipadupadankan dengan jilbab. Untuk ke kantorpun sebenarnya sudah banyak kelonggaran sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian wanita yang menggunakan jilbab hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula jilbab yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar kepala dan dada mereka. Sebagian lagi, memakai jilbab karena pada saat itu, jilbab terasa pas untuk dipakai dan lebih menimbulkan kesan ‘gaya’ dan kereligiusan agama. Apalagi jika diberi pernak-pernik di sana-sini. Jilbab yang seharusnya menutup keindahan wanita tersebut malah justru menambah keindahan itu sendiri. Ditambah lagi kesan agamis yang terasa nyaman di hati. “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. AllAh Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Al Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berharap bahwa Wanita muslim dapat segera mengaplikasikan pemakaian jilbab sebab jilbab menjadi identitas utama bagi muslimah. Di mana pun anda berada bila anda mengenakan jilbab, kita dikenali sebagai muslimah. Dan setelah anda menjilbabkan Tubuh Anda, Kaum muslimah juga wajib menjilbabkan Hatinya dengan tidak lagi Berpeganagn atau tidak lagi berpelukan Dengan yang bukan Mahramnya. (EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helvy Tiana Rosa: "jilbab bukan menjadi satu-satunya indikator ketakwaan Seseorang. Tetapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan kita" kerudung = penutup kepala,jilbab = penutup aurat. Semoga Semua wanita muslim yang berjilbab dapat menjaga hati dan perbuatan. karena anda selain membalutkan jilbab ke tubuh anda, anda juga harus membalutkan jilbab ke hati anda. (EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok: 24 Juni 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-3937683262264719278?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/3937683262264719278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=3937683262264719278' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/3937683262264719278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/3937683262264719278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2008/07/tubuh-di-jilbab-hati-telanjang.html' title='Tubuh di Jilbab, Hati Telanjang'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIc5s6W_RwI/AAAAAAAAAEc/vmVxWzy_sp4/s72-c/Shahdah_96.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-73558940668389819.post-8117705375062386877</id><published>2008-07-23T17:22:00.004+07:00</published><updated>2009-08-10T09:57:10.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siroh sahabat'/><title type='text'>Salman Al-farisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIcLh2vZwHI/AAAAAAAAAEU/xCy4ZBHeUqI/s1600-h/rasulullah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIcLh2vZwHI/AAAAAAAAAEU/xCy4ZBHeUqI/s200/rasulullah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226158568844673138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Persi datangnya pahlawan kali ini. Dan dari Persi pula Agama Islam nanti dianut oleh orang-orang Mu’min yang tidak sedikit jumlahnya, dari kalangan mereka muncul pribadi-pribadi istimewa yang tiada taranya, baik dalam bidang kedalam ilmu pengetahuan dan ilmuan dan keagamaan, maupun keduniaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang, salah satu dari keistimewaan dan kebesaran al-Islam ialah, setiap ia memasuki suatu negeri dari negeri-negeri Allah, maka dengan keajaiban luar biasa dibangkitkannya setiap keahlian,&lt;br /&gt;digerakkannya segala kemampuan serta digalinya bakat-bakat terpendam dari warga dan penduduk negeri itu, hingga bermunculanlah filosof-filosof Islam, dokter-dokter Islam, ahli-ahli falak Islam, ahli-ahli fiqih Islam, ahli-ahli ilmu pasti Islam dan penemu-penemu mutiara Islam .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bahwa pentolan-pentolan itu berasal dari setiap penjuru dan muncul dari setiap bangsa, hingga masa-masa pertama perkembangan Islam penuh dengan tokoh-tokoh luar biasa dalam segala lapangan, baik cita maupun karsa, yang berlainan tanah air dan suku bangsanya, tetapi satu Agama. Dan perkembangan yang penuh berkah dari Agama ini telah lebih dulu dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan beliau telah menerima janji yang benar dari Tuhannya Yang Maha Besar lagi Maha Mengetahui. Pada suatu hari diangkatlah baginya jarak pemisah dari tempat dan waktu, hingga disaksikannyalah dengan mata kepala panji-panji Islam berkibar di kota-kota di muka bumi, serta di istana dan mahligai-mahligai para penduduknya.&lt;br /&gt;Salman radhiyallahu ‘anhu sendiri turut menvaksikan hal tersebut, karena ia memang terlibat dan mempunyai hubungan erat dengan kejadian itu. Peristiwa itu terjadi waktu perang Khandaq, yaitu pada tahun kelima Hijrah. Beberapa orang pemuka Yahudi pergi ke Mekah menghasut orang-orang musyrik dan golongan-golongan kuffar agar bersekutu menghadapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Kaum Muslimin, serta mereka berjanji akan memberikan bantuan dalam perang penentuan vang akan menumbangkan serta mencabut urat akar Agama baru ini.&lt;br /&gt;Siasat dan taktik perang pun diaturlah secara licik, bahwa tentara Quraisy dan Ghathfan akan menyerang kota Madinah dari luar, sementara Bani Quraidlah (Yahudi) akan menyerang-nya dari dalam — yaitu dari belakang barisan Kaum Muslimim sehingga mereka akan terjepit dari dua arah, karenanya mereka akan hancur lumat dan hanya tinggal nama belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pada suatu hari Kaum Muslimin tiba-tiba melihat datangnya pasukan tentara yang besar mendekati kota Madinah, membawa perbekalan banyak dan persenjataan lengkap untuk menghancurkan. Kaum Muslimin panik dan mereka bagaikan kehilangan akal melihat hal yang tidak diduga-duga itu. Keadaan mereka dilukiskan oleh al-Quran sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka datang dari sebelah atas dan dari arah bawahmu, dan tatkala pandangan matamu telah berputar liar, seolah-olah hatimu telah nakh sampai kerongkongan, dan kamu menaruh sangkaan yang bukan-bukan terhadap Allah. (Q.S. 33 al-Ahzab:l0)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh empat ribu orang prajurit di bawah pimpinan Abu Sufyan dan Uyainah bin Hishn menghampiri kota Madinah dengan maksud hendak mengepung dan melepaskan pukulan menentukan yang akan menghabisi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Agama serta para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan tentara ini tidak saja terdiri dari orang-orang Quraisy, tetapi juga dari berbagai kabilah atau suku yang menganggap Islam sebagai lawan yang membahayakan mereka. Dan peristiwa ini merupakan percobaan akhir dan menentukan dari fihak musuh-musuh Islam, baik dari perorangan, maupun dari suku dan golongan.&lt;br /&gt;Kaum Muslimin menginsafi keadaan mereka yang gawat ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-pun mengumpulkan para shahabatnya untuk bermusyawarah. Dan tentu saja mereka semua setuju untuk bertahan dan mengangkat senjata, tetapi apa yang harus mereka lakukan untuk bertahan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah tampil seorang yang tinggi jangkung dan berambut lebat, seorang yang disayangi dan amat dihormati oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Itulah dia Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu!’ Dari tempat ketinggian ia melayangkan pandang meninjau sekitar Madinah, dan sebagai telah dikenalnya juga didapatinya kota itu di lingkung gunung dan bukit-bukit batu yang tak ubah bagai benteng juga layaknya. Hanya di sana terdapat pula daerah terbuka, luas dan terbentang panjang, hingga dengan mudah akan dapat diserbu musuh untuk memasuki benteng pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negerinya Persi, Salman radhiyallahu ‘anhu telah mempunyai pengalaman luas tentang teknik dan sarana perang, begitu pun tentang siasat dan liku-likunya. Maka tampillah ia mengajukan suatu usul kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu suatu rencana yang belum pernah dikenal oleh orang-orang Arab dalam peperangan mereka selama ini. Rencana itu berupa penggalian khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka keliling kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hanya Allah yang lebih mengetahui apa yang akan dialami Kaum Muslimin dalam peperangan itu seandainya mereka tidak menggali parit atau usul Salman radhiyallahu ‘anhu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Quraisy menyaksikan parit terbentang di hadapannya, mereka merasa terpukul melihat hal yang tidak disangka-sangka itu, hingga tidak kurang sebulan lamanya kekuatan mereka bagai terpaku di kemah-kemah karena tidak berdaya menerobos kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya pada suatu malam Allah Ta’ala mengirim angin topan yang menerbangkan kemah-kemah dan memporak-porandakan tentara mereka. Abu Sufyan pun menyerukan kepada anak buahnya agar kembali pulang ke kampung mereka … dalam keadaan kecewa dan berputus asa serta menderita kekalahan pahit …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu menggali parit, Salman radhiyallahu ‘anhu tidak ketinggalan bekerja bersama Kaum Muslimin yang sibuk menggali tanah. Juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ikut membawa tembilang dan membelah batu. Kebetulan di tempat penggalian Salman radhiyallahu ‘anhu bersama kawan-kawannya, tembilang mereka terbentur pada sebuah batu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman radhiyallahu ‘anhu seorang yang berperawakan kukuh dan bertenaga besar. Sekali ayun dari lengannya yang kuat akan dapat membelah batu dan memecahnya menjadi pecahan-pecahan kecil. Tetapi menghadapi batu besar ini ia tak berdaya, sedang bantuan dari teman-temannya hanya menghasilkan kegagalan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman radhiyallahu ‘anhu pergi mendapatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan minta idzin mengalihkan jalur parit dari garis semula, untuk menghindari batu besar yang tak tergoyahkan itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pergi bersama Salman radhiyallahu ‘anhu untuk melihat sendiri keadaan tempat dan batu besar tadi. Dan setelah menyaksikannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta sebuah tembilang dan menyuruh para shahabat mundur dan menghindarkan diri dari pecahan-pecahan batu itu nanti….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu membaca basmalah dan mengangkat kedua tangannya yang mulia yang sedang memegang erat tembilang itu, dan dengan sekuat tenaga dihunjamkannya ke batu besar itu. Kiranya batu itu terbelah dan dari celah belahannya yang besar keluar lambaian api yang tinggi dan menerangi. “Saya lihat lambaian api itu menerangi pinggiran kota Madinah”, kata Salman radhiyallahu ‘anhu, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan takbir, sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Besar! Ahu telah dikaruniai hunci-kunci istana negeri Persi, dan dari lambaian api tadi nampak olehku dengan nyata istana-istana kerajaan Hirah begitu pun kota-kota maharaja Persi dan bahwa ummatku akan menguasai semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tembilang itu kembali dan memukulkannya ke batu untuk kedua kalinya. Maka tampaklah seperti semula tadi. Pecahan batu besar itu menyemburkan lambaian api yang tinggi dan menerangi, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Besar! Ahu telah dikaruniai kunci-kunci negeri Romawi, dan tampak nyata olehku istana-istana merahnya, dan bahwa ummatku akan menguasainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dipukulkannya untuk ketiga kali, dan batu besar itu pun menyerah pecah berderai, sementara sinar yang terpancar daripadanya amat nyala dan terang temarang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengucapkan la ilaha illallah diikuti dengan gemuruh oleh kaum Muslimin. Lalu diceritakanlah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau sekarang melihat istana-istana dan mahligai-mahligai di Syria maupun Shan’a, begitu pun di daerah-daerah lain yang suatu ketika nanti akan berada di bawah naungan bendera Allah yang berkibar. Maka dengan keimanan penuh Kaum Muslimin pun serentak berseru:&lt;br /&gt;Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya …. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang mengajukan saran untuk membuat parit. Dan dia pulalah penemu batu yang telah memancarkan rahasia-rahasia dan ramalan-ramalan ghaib, yakni ketika ia meminta tolong kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Ia berdiri di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyaksikan cahaya dan mendengar berita gembira itu. Dan dia masih hidup ketika ramalan itu menjadi kenyataan, dilihat bahkan dialami dan dirasakannya sendiri. Dilihatnya kota-kota di Persi dan Romawi, dan dilihatnya mahligai istana di Shan’a, di Mesir, di Syria dan di Irak. Pendeknya disaksikan dengan mata kepalanya bahwa seluruh permukaan bumi seakan berguncang keras, karena seruan mempesona penuh berkah yang berkumandang dari puncak menara-menara tinggi di setiap pelosok, memancarkan sinar hidayah Allah ….Nah, itulah dia sedang duduk di bawah naungan sebatang pohon yang rindang berdaun rimbun, di muka rumahnya di kota Madain; sedang menceriterakan kepada shahabat-shahabatnya perjuangan berat yang dialaminya demi mencari kebenaran, dan mengisahkan kepada mereka bagaimana ia meninggalkan agama nenek moyangnya bangsa Persi, masuk ke dalam agama Nashrani dan dari sana pindah ke dalam Agama Islam. Betapa ia telah meninggalkan kekayaan berlimpah dari orang tuanya dan menjatuhkan dirinya ke dalam lembah kemiskinan demi kebebasan fikiran dan jiwanya .. .! Betapa ia dijual di pasar budak dalam mencari kebenaran itu, bagaimana ia berjumpa dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan iman kepadanya …!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita dekati majlisnya yang mulia dan kita dengarkan kisah menakjubkan yang diceriterakannya!&lt;br /&gt;“Aku berasal dari Isfahan, warga suatu desa yang bernama “Ji”. Bapakku seorang bupati di daerah itu, dan aku merupakan makhluq Allah yang paling disayanginya. Aku membaktikan diri dalam agama majusi, hingga diserahi tugas sebagai penjaga api yang bertanggung jawab atas nyalanya dan tidak membiarkannya padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapakku memiliki sebidang tanah, dan pada suatu hari aku disuruhnya ke sana. Dalam perjalanan ke tempat tujuan, aku lewat di sebuah gereja milik kaum Nashrani. Kudengar mereka sedang sembahyang, maka aku masuk ke dalam untuk melihat apa yang mereka lakukan. Aku kagum melihat cara mereka sembahyang, dan kataku dalam hati: “Ini lebih baik dari apa yang aku anut selama ini!” Aku tidak beranjak dari tempat itu sampai matahari terbenam, dan tidak jadi pergi ke tanah milik bapakku serta tidak pula kembali pulang, hingga bapak mengirim orang untuk menyusulku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena agama mereka menarik perhatianku, kutanyakan kepada orang-orang Nashrani dari mana asal-usul agama mereka. “Dari Syria”,ujar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika telah berada di hadapan bapakku, kukatakan kepadanya: “Aku lewat pada suatu kaum yang sedang melakukan upacara sembahyang di gereja. Upacara mereka amat mengagumkanku. Kulihat pula agama mereka lebih baik dari agama kita”. Kami pun bersoal-jawab melakukan diskusi dengan bapakku dan berakhir dengan dirantainya kakiku dan dipenjarakannya diriku ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang-orang Nashrani kukirim berita bahwa aku telah menganut agama mereka. Kuminta pula agar bila datang rombongan dari Syria, supaya aku diberi tahu sebelum mereka kembali, karena aku akan ikut bersama mereka ke sana. Permintaanku itu mereka kabulkan, maka kuputuskan rantai. Lalu meloloskan diri dari penjara dan menggabungkan diri kepada rombongan itu menuju Syria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di sana kutanyakan seorang ahli dalam agama itu, dijawabnya bahwa ia adalah uskup pemilik gereja. Maka datanglah aku kepadanya, kuceriterakan keadaanku. Akhirnya tinggallah aku bersamanya sebagai pelayan, melaksanakan ajaran mereka dan belajar, Sayang uskup ini seorang yang tidak baik beragamanya, karena dikumpulkannya sedekah dari orang-orang dengan alasan untuk dibagikan, ternyata disimpan untuk dirinya pribadi. Kemudian uskup itu wafat ….dan mereka mengangkat orang lain sebagai gantinya. Dan kulihat tak seorang pun yang lebih baik beragamanya dari uskup baru ini. Aku pun mencintainya demikian rupa, sehingga hatiku merasa tak seorang pun yang lebih kucintai sebelum itu dari padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tatkala ajalnya telah dekat, tanyaku padanya: “Sebagai anda maklumi, telah dekat saat berlakunya taqdir Allah atas diri anda. Maka apakah yang harus kuperbuat, dan siapakah sebaiknya yang harus kuhubungi. “Anakku!”, ujamya: “tak seorang pun menurut pengetahuanku yang sama langkahnya dengan aku, kecuali seorang pemimpin yang tinggal di Mosul”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tatkala ia wafat aku pun berangkat ke Mosul dan menghubungi pendeta yang disebutkannya itu. Kuceriterakan kepadanya pesan dari uskup tadi dan aku tinggal bersamanya selama waktu yang dikehendaki Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tatkala ajalnya telah dekat pula, kutanyakan kepadanya siapa yang harus kuturuti. Ditunjukkannyalah orang shalih yang tinggal di Nasibin. Aku datang kepadanya dan ku ceriterakan perihalku, lalu tinggal bersamanya selama waktu yang dikehendaki Allah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala ia hendak meninggal, kubertanya pula kepadanya. Maka disuruhnya aku menghubungi seorang pemimpin yang tinggal di ‘Amuria, suatu kota yang termasuk wilayah Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berangkat ke sana dan tinggal bersamanya, sedang sebagai bekal hidup aku berternak sapi dan kambing beberapa ekor banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dekatlah pula ajalnya dan kutanyakan padanya kepada siapa aku dipercayakannya. Ujarnya: “Anakku.’ Tak seorang pun yang kukenal serupa dengan kita keadaannya dan dapat kupercayakan engkau padanya. Tetapi sekarang telah dekat datangnya masa kebangkitan seorang Nabi yang mengikuti agama Ibrahim secara murni. la nanti akan hijrah he suatu tempat yang ditumbuhi kurma dan terletak di antara dua bidang tanah berbatu-batu hitam. Seandainya kamu dapat pergi ke sana, temuilah dia, la mempunyai tanda-tanda yang jelas dan gamblang: ia tidak mau makan shadaqah, sebaliknya bersedia menerima hadiah dan di pundaknya ada cap kenabian yang bila kau melihatnya, segeralah kau mengenalinya’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan pada suatu hari lewatlah suatu rombongan berkendaraan, lalu kutanyakan dari mana mereka datang. Tahulah aku bahwa mereka dari jazirah Arab, maka kataku kepada mereka: “Maukah kalian membawaku ke negeri kalian, dan sebagai imbalannya kuberikan kepada kalian sapi-sapi dan kambing-kambingku ini?” “Baiklah”, ujar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah mereka membawaku serta dalam perjalanan hingga sampai di suatu negeri yang bernama Wadil Qura. Di sana aku mengalami penganiayaan, mereka menjualku kepada seorang yahudi. Ketika tampak olehku banyak pohon kurma, aku berharap kiranya negeri ini yang disebutkan pendeta kepadaku dulu, yakni yang akan menjadi tempat hijrah Nabi yang ditunggu. Ternyata dugaanku meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu aku tinggal bersama orang yang membeliku, hingga pada suatu hari datang seorang yahudi Bani Quraizhah yang membeliku pula daripadanya. Aku dibawanya ke Madinah, dan demi Allah baru saja kulihat negeri itu, aku pun yakin itulah negeri yang disebutkan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tinggal bersama yahudi itu dan bekerja di perkebunan kurma milik Bani Quraizhah, hingga datang saat dibangkitkannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang datang ke Madinah dan singgah pada Bani ‘Amar bin ‘Auf di Quba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketika aku berada di puncak pohon kurma sedang majikanku lagi duduk di bawahnya, tiba-tiba datang seorang yahudi saudara sepupunya yang mengatakan padanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bani Qilah celaka! Mereka berkerumun mengelilingi seorang laki-laki di Quba yang datang dari Mekah dan mengaku sebagai Nabi Demi Allah, baru saja ia mengucapkan kata-kata itu, tubuhku-pun bergetar keras hingga pohon kurma itu bagai bergoncang dan hampir saja aku jatuh menimpa majikanku. Aku segera turun dan kataku kepada orang tadi: “Apa kata anda?” Ada berita apakah?” Majikanku mengangkat tangan lalu meninjuku sekuatnya, serta bentaknya: “Apa urusanmu dengan ini, ayoh kembali ke pekerjaanmu!” Maka aku pun kembalilah bekerja …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari petang, kukumpulkan segala yang ada padaku, lalu keluar dan pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Quba. Aku masuk kepadanya ketika beliau sedang duduk bersama beberapa orang anggota rombongan. Lalu kataku kepadanya: “Tuan-tuan adalah perantau yang sedang dalam kebutuhan. Kebetulan aku mempunyai persediaan makanan yang telah kujanjikan untuk sedeqah. Dan setelah mendengar keadaan tuan-tuan, maka menurut hematku, tuan-tuanlah yang lebih layak menerimanya, dan makanan itu kubawa ke sini”. Lalu makanan itu kutaruh di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanlah dengan nama Allah”. sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para shahabatnya, tetapi beliau tak sedikit pun mengulurkan tangannya menjamah makanan itu. “Nah, demi Allah!” kataku dalam hati, inilah satu dari tanda-tandanya … bahwa ia tah mau memakan harta sedeqah’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali pulang, tetapi pagi-pagi keesokan harinya aku kembali menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil membawa makanan, serta kataku kepadanya: “Kulihat tuan tak hendak makan sedeqah, tetapi aku mempunyai sesuatu yang ingin kuserahkan kepada tuan sebagai hadiah”, lalu kutaruh makanan di hadapannya. Maka sabdanya kepada shahabatnya: ‘Makanlah dengan menyebut nama Allah ! ‘ Dan beliaupun turut makan bersama mereka. “Demi Allah’: kataku dalam hati, inilah tanda yang kedua, bahwa ia bersedia menerima hadiah ‘:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali pulang dan tinggal di tempatku beberapa lama. Kemudian kupergi mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kutemui beliau di Baqi’, sedang mengiringkan jenazah dan dikelilingi oleh shahabat-shahabatnya. Ia memakai dua lembar kain lebar, yang satu dipakainya untuk sarung dan yang satu lagi sebagai baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuucapkan salam kepadanya dan kutolehkan pandangan hendak melihatnya. Rupanya ia mengerti akan maksudku, maka disingkapkannya kain burdah dari lehernya hingga nampak pada pundaknya tanda yang kucari, yaitu cap henabian sebagai disebutkan oleh pendeta dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu aku meratap dan menciuminya sambil menangis. Lalu aku dipanggil menghadap oleh Rasulullah. Aku duduk di hadapannya, lalu kuceriterakan kisahku kepadanya sebagai yang telah kuceriterakan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku masuk Islam, dan perbudakan menjadi penghalang bagiku untuk menyertai perang Badar dan Uhud. Lalu pada suatu hari Rasulullah menitahkan padaku:’Mintalah pada majihanmu agar ia bersedia membebashanmu dengan menerima uang tebusan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kumintalah kepada majikanku sebagaimana dititahkan Rasulullah, sementara Rasulullah menyuruh para shahabat untuk membantuku dalam soal keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah aku dimerdekakan oleh Allah, dan hidup sebagai seorang Muslim yang bebas merdeka, serta mengambil bagian bersama Rasulullah dalam perang Khandaq dan peperangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat-kalimat yang jelas dan manis, Salman radhiyallahu ‘anhu menceriterakan kepada kita usaha keras dan perjuangan besar serta mulia untuk mencari hakikat keagamaan, yang akhirnya dapat sampai kepada Allah Ta’ala dan membekas sebagai jalan hidup yang harus ditempuhnya ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corak manusia ulung manakah orang ini? Dan keunggulan besar manakah yang mendesak jiwanya yang agung dan melecut kemauannya yang keras untuk mengatasi segala kesulitan dan membuatnya mungkin barang yang kelihatan mustahil? Kehausan dan kegandrungan terhadap kebenaran manakah yang telah menyebabkan pemiliknya rela meninggalkan kampung halaman berikut harta benda dan segala macam kesenangan, lalu pergi menempuh daerah yang belum dikenal — dengan segala halangan dan beban penderitaan — pindah dari satu daerah ke daerah lain, dari satu negeri ke negeri lain, tak kenal letih atau lelah, di samping tak lupa beribadah secara tekun …?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pandangannya yang tajam selalu mengawasi manusia, menyelidiki kehidupan dan aliran mereka yang berbeda, sedang tujuannya yang utama tak pernah beranjak dari semula, yang tiada lain hanya mencari kebenaran. Begitu pun pengurbanan mulia yang dibaktikannya demi mencapai hidayah Allah, sampai ia diperjual belikan sebagai budak belian …Dan akhirnya ia diberi Allah ganjaran setimpal hingga dipertemukan dengan al-Haq dan dipersuakan dengan Rasul-Nya, lalu dikaruniai usia lanjut, hingga ia dapat menyaksikan dengan kedua matanya bagaimana panji-panji Allah berkibaran di seluruh pelosok dunia, sementara ummat Islam mengisi ruangan dan sudut-sudutnya dengan hidayah dan petunjuk Allah, dengan kemakmuran dan keadilan.. .!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana akhir kesudahan yang dapat kita harapkan dari seorang tokoh yang tulus hati dan keras kemauannya demikian rupa? Sungguh, keislaman Salman radhiyallahu ‘anhu adalah keislamannya orang-orang utama dan taqwa. Dan dalam kecerdasan, kesahajaan dan kebebasan dari pengaruh dunia, maka keadaannya mirip sekali dengan Umar bin Khatthab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pernah tinggal bersama Abu Darda di sebuah rumah beberapa hari lamanya. Sedang kebiasaan Abu Darda beribadah di waktu malam dan shaum di waktu siang. Salman radhiyallahu ‘anhu melarangnya berlebih-lebihan dalam beribadah seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Salman radhiyallahu ‘anhu bermaksud hendak mematahkan niat Abu Darda untuk shaum sunnat esok hari. Dia menyalahkannya: “Apakah engkau hendak melarangku shaum dan shalat karena Allah?” Maka jawab Salman radhiyallahu ‘anhu: “Sesungguhnya kedua matamu mempunyai hak atas dirimu, demikian pula keluargamu mempunyai hak atas dirimu. Di samping engkau shaum, berbukalah; dan di samping melakukan shalat, tidurlah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu sampai ke telinga Rasulullah, maka sabdanya: Sungguh Salman radhiyallahu ‘anhu telah dipenuhi dengan ilmu.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri sering memuji kecerdasan Salman radhiyallahu ‘anhu serta ketinggian ilmunya, sebagaimana beliau memuji Agama dan budi pekertinya yang luhur. Di waktu perang Khandaq, kaum Anshar sama berdiri dan berkata: “Salman radhiyallahu ‘anhu dari golongan kami”. Bangkitlah pula kaum Muhajirin, kata mereka: “Tidak, ia dari golongan kami!” Mereka pun dipanggil oleh Rasurullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sabdanya: Salman adalah golongan kami, ahlul Bait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang selayaknyalah jika Salman radhiyallahu ‘anhu mendapat kehormatan seperti itu …!&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menggelari Salman radhiyallahu ‘anhu dengan “Luqmanul Hakim”. Dan sewaktu ditanya mengenai Salman, yang ketika itu telah wafat, maka jawabnya: “Ia adalah seorang yang datang dari kami dan kembali kepada kami Ahlul Bait. Siapa pula di antara kalian yang akan dapat menyamai Luqmanul Hakim. Ia telah beroleh ilmu yang pertama begitu pula ilmu yang terakhir. Dan telah dibacanya kitab yang pertama dan juga kitab yang terakhir. Tak ubahnya ia bagai lautan yang airnya tak pernah kering”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kalbu para shahabat umumnya, pribadii Salman radhiyallahu ‘anhu telah mendapat kedudukan mulia dan derajat utama. Di masa pemerintahan Khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu ia datang berkunjung ke Madinah. Maka Umar melakukan penyambutan yang setahu kita belum penah dilakukannya kepada siapa pun juga. Dikumpulkannya para shahabat dan mengajak mereka: “Marilah kita pergi menyambut Salman radhiyallahu ‘anhu!” Lalu ia keluar bersama mereka menuju pinggiran kota Madinah untuk menyambutnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak bertemu dengan Rasulullah dan iman kepadanya, Salman radhiyallahu ‘anhu hidup sebagai seorang Muslim yang merdeka, sebagai pejuang dan selalu berbakti. Ia pun mengalami kehidupan masa Khalifah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu; kemudian di masa Amirul Mu’minin Umar radhiyallahu ‘anhu; lalu di masa Khalifah Utsman radhiyallahu ‘anhu, di waktu mana ia kembali ke hadlirat Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun-tahun kejayaan ummat Islam, panji-panji Islam telah berkibar di seluruh penjuru, harta benda yang tak sedikit jumlahnya mengalir ke Madinah sebagai pusat pemerintahan baik sebagai upeti ataupun pajak untuk kemudian diatur pembagiannya menurut ketentuan Islam, hingga negara mampu memberikan gaji dan tunjangan tetap. Sebagai akibatnya banyaklah timbul masalah pertanggungjawaban secara hukum mengenai perimbangan dan cara pembagian itu, hingga pekerjaan pun bertumpuk dan jabatan tambah meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam gundukan harta negara yang berlimpah ruah itu, di manakah kita dapat menemukan Salman radhiyallahu ‘anhu? Di manakah kita dapat menjumpainya di saat kekayaan dan kejayaan, kesenangan dan kemakmuran itu …?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah mata anda dengan baik! Tampaklah oleh anda seorang tua berwibawa duduk di sana di bawah naungan pohon, sedang asyik memanfaatkan sisa waktunya di samping berbakti untuk negara, menganyam dan menjalin daun kurma untuk dijadikan bakul atau keranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah dia Salman radhiyallahu ‘anhu Perhatikanlah lagi dengan cermat! Lihatlah kainnya yang pendek, karena amat pendeknya sampai terbuka kedua lututnya. Padahal ia seorang tua yang berwibawa, mampu dan tidak berkekurangan. Tunjangan yang diperolehnya tidak sedikit, antara empat sampai enam ribu setahun. Tapi semua itu disumbangkannya habis, satu dirham pun tak diambil untuk dirinya. Katanya: “Untuk bahannya kubeli daun satu dirham, lalu kuperbuat dan kujual tiga dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu dirham kuambil untuk modal, satu dirham lagi untuk nafkah keluargaku, sedang satu dirham sisanya untuk shadaqah. Seandainya Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu melarangku berbuat demikian, sekali-kali tiadalah akan kuhentikan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana wahai ummat Rasulullah? Betapa wahai peri kemanusiaan, di mana saja dan kapan saja? Ketika mendengar sebagian shahabat dan kehidupannya yang amat bersahaja, seperti Abu Bakar, Umar, Abu Dzar radhiyallahu ‘anhum dan lain-lain; sebagian kita menyangka bahwa itu disebabkan suasana lingkungan padang pasir, di mana seorang Arab hanya dapat menutupi keperluan dirinya secara bersahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sekarang kita berhadapan dengan seorang putera Persi, suatu negeri yang terkenal dengan kemewahan dan kesenangan serta hidup boros, sedang ia bukan dari golongan miskin atau bawahan, tapi dari golongan berpunya dan kelas tinggi. Kenapa ia sekarang menolak harta, kekayaan dan kesenangan; bertahan dengan kehidupan bersahaja, tiada lebih dari satu dirham tiap harinya, yang diperoleh dari hasil jerih payahnya sendiri.. .? kenapa ditolaknya pangkat dan tak bersedia menerimanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya: “Seandainya kamu masih mampu makan tanah asal tak membawahi dua orang manusia –, maka lakukanlah!” Kenapa ia menolak pangkat dan jabatan, kecuali jika mengepalai sepasukan tentara yang pergi menuju medan perang? Atau dalam suasana tiada seorang pun yang mampu memikul tanggung jawab kecuali dia, hingga terpaksa ia melakukannya dengan hati murung dan jiwa merintih? Lalu kenapa ketika memegang jabatan yang mesti dipikulnya, ia tidak mau menerima tunjangan yang diberikan padanya secara halal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan eleh Hisyam bin Hisan dari Hasan: “Tunjangan Salman radhiyallahu ‘anhu sebanyak lima ribu setahun, (gambaran kesederhanaannya) ketika ia berpidato di hadapan tigapuluh ribu orang separuh baju luarnya (aba’ah) dijadikan alas duduknya dan separoh lagi menutupi badannya. Jika tunjangan keluar, maka dibagi-bagikannya sampai habis, sedang untuk nafqahnya dari hasil usaha kedua tangannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ia melakukan perbuatan seperti itu dan amat zuhud kepada dunia, padahal ia seorang putera Persi yang biasa tenggelam dalam kesenangan dan dipengaruhi arus kemajuan? Marilah kita dengar jawaban yang diberikannya ketika berada di atas pembaringan menjelang ajalnya, sewaktu ruhnya yang mulia telah bersiap-siap untuk kembali menemui Tuhannya Yang Maha Tinggi lagi Maha Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’ad bin Abi Waqqash datang menjenguknya, lalu Salman radhiyallahu ‘anhu menangis. “Apa yang anda tangiskan, wahai Abu Abdillah”,’) tanya Sa’ad, “padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat dalam keadaan ridla kepada anda?” “Demi Allah, ujar Salman radhiyallahu ‘anhu, “daku menangis bukanlah karena takut mati ataupun mengharap kemewahan dunia, hanya Rasulullah telah menyampaikan suatu pesan kepada kita, sabdanya:&lt;br /&gt;Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengendara, padahal harta milikku begini banyaknya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Sa’ad: “Saya perhatikan, tak ada yang tampak di sekelilingku kecuali satu piring dan sebuah baskom. Lalu kataku padanya: “Wahai Abu Abdillah, berilah kami suatu pesan yang akan kami ingat selalu darimu!” Maka ujamya: “Wahai Sa’ad!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah Allah di kala dukamu, sedang kau derita.&lt;br /&gt;Dan pada putusanmu jika kamu menghukumi.&lt;br /&gt;Dan pada saat tanganmu melakukan pembagian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya inilah yang telah mengisi kalbu Salman radhiyallahu ‘anhu mengenai kekayaan dan kepuasan. Ia telah memenuhinya dengan zuhud terhadap dunia dan segala harta, pangkat dengan pengaruhnya; yaitu pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepadanya dan kepada semua shahabatnya, agar mereha tidak dikuasai oleh dunia dan tidak mengambil bagian daripadanya, kecuali sekedar bekal seorang pengendara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman radhiyallahu ‘anhu telah memenuhi pesan itu sebaik-baiknya, namun air matanya masih jatuh berderai ketika ruhnya telah siap untuk berangkat; khawatir kalau-kalau ia telah melampaui batas yang ditetapkan. Tak terdapat di ruangannya kecuali sebuah piring wadah makannya dan sebuah baskom untuk tempat minum dan wudlu .:., tetapi walau demikian ia menganggap dirinya telah berlaku boros …. Nah, bukankah telah kami ceritakan kepada anda bahwa ia mirip sekali dengan Umar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari ia bertugas sebagai Amir atau kepala daerah di Madain, keadaannya tak sedikit pun berubah. Sebagai telah kita ketahui, ia menolak untuk menerima gaji sebagai amir, satu dirham sekalipun. Ia tetap mengambil nafkahnya dari hasil menganyam daun kurma, sedang pakaiannya tidak lebih dari sehelai baju luar, dalam kesederhanaan dan kesahajaannya tak berbeda dengan baju usangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketika sedang berjalan di suatu jalan raya, ia didatangi seorang laki-laki dari Syria yang membawa sepikul buah tin dan kurma. Rupanya beban itu amat berat, hingga melelahkannya. Demi dilihat olehnya seorang laki-laki yang tampak sebagai orang biasa dan dari golongan tak berpunya, terpikirlah hendak menyuruh laki-laki itu membawa buah-buahan dengan diberi imbalan atas jerih payahnya bila telah sampai ke tempat tujuan. Ia memberi isyarat supaya datang kepadanya, dan Salman radhiyallahu ‘anhu menurut dengan patuh. “Tolong bawakan barangku ini!”, kata orang dari Syria itu. Maka barang itu pun dipikullah oleh Salman radhiyallahu ‘anhu, lalu berdua mereka berjalan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan satu rombongan. Salman radhiyallahu ‘anhu memberi salam kepada mereka, yang dijawabnya sambil berhenti: “Juga kepada amir, kami ucapkan salam” “Juga kepada amir?” Amir mana yang mereka maksudkan?” tanya orang Syria itu dalam hati. Keheranannya kian bertambah ketika dilihatnya sebagian dari anggota rombongan segera menuju beban yang dipikul oleh Salman radhiyallahu ‘anhu dengan maksud hendak menggantikannya, kata mereka: “Berikanlah kepada kami wahai amir!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mengertilah orang Syria itu bahwa kulinya tiada lain Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, amir dari kota Madain. Orang itu pun menjadi gugup, kata-kata penyesalan dan permintaan maaf bagai mengalir dari bibirnya. Ia mendekat hendak menarik beban itu dari tangannya, tetapi Salman radhiyallahu ‘anhu menolak, dan berkata sambil menggelengkan kepala: “Tidak, sebelum kuantarkan sampai ke rumahmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Salman radhiyallahu ‘anhu pernah ditanyai orang: Apa sebabnya anda tidak menyukai jabatan sebagai amir? Jawabnya: “Karena manis wahtu memegangnya tapi pahit waktu melepaskannya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang lain, seorang shahabat memasuki rumah Salman radhiyallahu ‘anhu, didapatinya ia sedang duduk menggodok tepung, maka tanya shahabat itu: Ke mana pelayan? Ujarnya: “Saya suruh untuk suatu keperluan, maka saya tak ingin ia harus melakukan dua pekerjaan sekaligus”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang kita sebut “rumah” itu? Baiklah kita ceritakan bagaimana keadaan rumah itu yang sebenamya. Ketika hendak mendirikan bangunan yang berlebihan disebut sebagai “rumah” itu, Salman radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada tukangnya: “Bagaimana corak rumah yang hendak anda dirikan?” Kebetulan tukang bangunan ini seorang ‘arif bijaksana, mengetahui kesederhanaan Salman radhiyallahu ‘anhu dan sifatnya yang tak suka bermewah mewah. Maka ujarnya: “Jangan anda khawatir! rumah itu merupakan bangunan yang dapat digunakan bernaung di waktu panas dan tempat berteduh di waktu hujan. Andainya anda berdiri, maka kepala anda akan sampai pada langit-langitnya; dan jika anda berbaring, maka kaki anda akan terantuk pada dindingnya”. “Benar”, ujar Salman radhiyallahu ‘anhu, “seperti itulah seharusnya rumah yang akan anda bangun!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun barang berharga dalam kehidupan dunia ini yang digemari atau diutamakan oleh Salman radhiyallahu ‘anhu sedikit pun, kecuali suatu barang yang memang amat diharapkan dan dipentingkannya, bahkan telah dititipkan kepada isterinya untuk disimpan di tempat yang tersembunyi dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam sakit yang membawa ajalnya, yaitu pada pagi hari kepergiannya, dipanggillah isterinya untuk mengambil titipannya dahulu. Kiranya hanyalah seikat kesturi yang diperolehnya waktu pembebasan Jalula dahulu. Barang itu sengaja disimpan untuk wangi-wangian di hari wafatnya. Kemudian sang isteri disuruhnya mengambil secangkir air, ditaburinya dengan kesturi yang dikacau dengan tangannya, lalu kata Salman radhiyallahu ‘anhu kepada isterinya: “Percikkanlah air ini ke sekelilingku … Sekarang telah hadir di hadapanku makhluq Allah’) yang tiada dapat makan, hanyalah gemar wangi-wangian Setelah selesai, ia berkata kepada isterinya: “Tutupkanlah pintu dan turunlah!” Perintah itu pun diturut oleh isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak lama antaranya isterinya kembali masuk, didapatinya ruh yang beroleh barkah telah meninggalkan dunia dan berpisah dari jasadnya … Ia telah mencapai alam tinggi, dibawa terbang oleh sayap kerinduan; rindu memenuhi janjinya, untuk bertemu lagi dengan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan dengan kedua shahabatnya Abu Bakar dan Umar, serta tokoh-tolroh mulia lainnya dari golongan syuhada dan orang-orang utama ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman radhiyallahu ‘anhu …. Lamalah sudah terobati hati rindunya Terasa puas, hapus haus hilang dahaga. Semoga Ridla dan Rahmat Allah menyertainya.&lt;br /&gt;1) yang dimaksud makhluq Allah di sini, Malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari: www.alsofwah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIarsipkan di bawah: kisah sahabat nabi&lt;br /&gt;« ‘Amr Bin ‘Ash Sikap Syi’ah Itsna Asyriyah terhadap Abu Bakar dan Umar Radiyallahu ‘Anhuma »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/73558940668389819-8117705375062386877?l=forpis-mizan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/feeds/8117705375062386877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=73558940668389819&amp;postID=8117705375062386877' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/8117705375062386877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/73558940668389819/posts/default/8117705375062386877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forpis-mizan.blogspot.com/2008/07/dari-persi-datangnya-pahlawan-kali-ini.html' title='Salman Al-farisi'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SIcLh2vZwHI/AAAAAAAAAEU/xCy4ZBHeUqI/s72-c/rasulullah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
